24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Ilustrasi staf desa./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Skema pemilihan kepala dusun (kadus) secara langsung dan tidak melalui seleksi, terus digaungkan, terutama oleh sejumlah kepala dusun.
Istiyarno, Kepala Dusun Bogoran, Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul mengatakan kadus yang terpilih melalui sistem seleksi acap kurang mendapat kepercayaan dari masyarakat. Hal itu pun berdampak pada kerja-kerja kemasyarakatan yang memang membutuhkan dukungan massa, sebut saja misalnya kegiatan kerja bakti.
Bahkan demi kegiatan tetap berjalan, seorang kadus bahkan sampai rela membayar sekelompok orang untuk ikut kerja bakti. “Dulu di tempat saya seperti itu. Pas ada kegiatan gotong royong menyuruh orang, masing-masing Rp50.000,” katanya, Kamis (6/2/2020).
Selain itu, imbuh dia, sistem pemilihan langsung juga mendidik masyarakat menjadi pemilih yang cerdas. Persyaratan administratif tetap penting, namun lebih penting lagi kepercayaan dan kehendak masyarakat.
Untuk itu, Istiyarno pun menyambut baik rencana penerapan kembali pemilihan dukuh secara langsung. “Kalau seorang kadus tidak dikehendaki sama warganya kan jadi repot segala sesuatunya,” ucap dia.
Senada, Kepala Dusun Neco, Desa Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Subandi, juga menilai sistem pemilihan kadus secara langsung akan memudahkan kadus terpilih beradaptasi di masyarakat. “Yang pasti lebih mudah penyesuaian, karena warga memilih dia [kadus] karena memang sudah tahu kualitasnya,” ujar dia.
Dukungan serupa juga digaungkan oleh Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Bantul. Ani Widayani yang baru dilantik sebagai Ketua Apdesi periode 2020-2025 mengaku terus mengupayakan kembalinya sistem pemilihan kadus secara langsung.
“Bahkan kami [Apdesi Bantul] berencana menjadikan Bantul sebagai percontohan sistem pemilihan kadus secara langsung,” ucapnya saat ditemui seusai pelantikan pengurus Apdesi Bantul periode 2020-2025 di Parasamya, kompleks Kantor Pemerintahan Kabupaten Bantul, Kamis.
Rencana itu pun, kata dia, disambut baik oleh aparatur pemerintah desa di Bantul. “Ini sudah menjadi masukan dari 75 kepala desa di Bantul,” ujar Ani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Sapi jumbo 977 kg asal Klaten terpilih jadi kurban Presiden 2026. Dipelihara peternak muda, lolos uji kesehatan dan siap disembelih.
Persebaya pesta gol 7-0 atas Semen Padang. Simak jalannya pertandingan, daftar pencetak gol, dan susunan pemain lengkap.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Selandia Baru umumkan skuad Piala Dunia 2026 hasil seleksi 3 tahun. Kombinasi pemain senior dan muda siap beri kejutan.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.