Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi. /Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Harianjogja.com, KULONPROGO-Aksi kejahatan jalanan yang marak terjadi di DIY beberapa hari terakhir meresahkan banyak pihak. Tidak hanya masyarakat umum, tapi juga para pengemudi ojek online yang tergabung dalam Paguyuban Ojek Online Kulonpogo atau disingkat GBKP.
Keresahan tersebut mereka tumpahkan dalam diskusi bertajuk Ojol Kulonprogo Siap Jadi Pelopor Keselamatan Berlalulintas dan Menciptakan Stabilitas Keamanan yang digelar di Rumah Makan Dapur Semar, Kapanewon Wates, Jumat (7/2/2020). Dalam acara itu turut dihadiri jajaran Polres, Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata setempat.
Ketua GBKP, Wawan Hermanto, mengatakan kejahatan jalanan yang dilakukan para geng klithih beberapa hari terakhir sangat meresahkan pihaknya. Hal itu diperparah dengan penyebaran informasi palsu atau berita hoaks terkait isu tersebut.
"Itu menambah kekhawatiran kami, oleh karenanya kami berupaya kerasa agar penyebaran berita hoaks diminimalisir, kami juga mendorong kepolisian khususnya Polres Kulonpogo, mengungkap kasus-kasus kejahatan lain seperti curat dan curanmor," ujar Wawan usai acara, Jumat sore.
Kekhawatiran itu setidaknya bisa tereduksi dengan adanya kegiatan diskusi ini. Anggota paguyuban yang hadir diberi sosialisasi tentang kiat-kiat pelaporan cepat jika ditemui adanya tindak kejahatan melalui aplikasi Alarm Warga Kulonpogo (Alwaku). Aplikasi bikinan Polres Kulonpogo itu memungkinkan segala tindak kejahatan bisa langsung ditangani oleh petugas kepolisian.
"Kita dapat pencerahan dan bimbingan baik dari polres maupun dinas terkait. Apalagi tadi ada sosialisasi Alwaku, itu sangat mendukung kegiatan kami di jalanan. Seperti diketahui kerja kami tak terpatok waktu. Kadang sampai malam hari. Sehingga berisiko. Dengan adanya Alwaku kita sangat dukung sekali. Ini akan segera kami sosialisasikan ke anggota lain," ujarnya.
Kapolres Kulonpogo, AKBP Tartono mengatakan kejahatan jalanan memang menjadi isu hangat dalam beberapa pekan terakhir. Oleh karena itu perlu menjadi perhatian semua pihak. Para pengguna jalan setidaknya bisa mengantisipasi timbulnya aksi klithih dengan santun berkendara.
Menurut Tartono, salah satu pemicu timbulnya kejahatan jalan karena adanya gesekan antar sesama pengendara. Dari situ salah satu pihak dapat merasa sakit hati sehingga nekat melakukan tindakan di luar norma.
"Kalau di kulonprogo, kejahatan jalanan Alhamdulillah kondusif. Setiap malam kami lakukan patroli. Setiap ada kegiatan anak muda kami gabung ke situ kami tanyakan sedang ngapain, barangkali ada yang bisa dibantu oleh kepolisian," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.