8 SPPG di Gunungkidul Belum Beroperasi, Ribuan Siswa Tunggu MBG
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Dua nelayan di Pantai Ngandong, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, merapikan jaring yang digunakan untuk menangkap ikan, Kamis (13/2/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul berkomitmen membantu nelayan untuk membeli Pertalite menggunakan jeriken. Hingga Jumat (14/2/2020) siang sudah ada puluhan nelayan yang mendapatkan surat rekomendasi.
Kepala DKP Gunungkidul, Khrisna Berlian, mengatakan jajarannya memahami keresahan nelayan menyusul adanya larangan pembelian Pertalite menggunakan jeriken yang dikeluarkan PT Pertamina. Meski demikian, dia memastikan jajarannya siap membantu dengan memberikan kebijakan khusus melalui surat rekomendasi agar nelayan tetap bisa membeli Pertalite menggunakan jeriken. “DKP Gunungkidul menjadi instansi pertama di DIY yang memberikan rekomendasi,” kata Khrisna kepada wartawan, Jumat.
Menurut dia, DKP sudah memberikan 20 rekomendasi kepada nelayan di Pantai Drini. Jumlah ini dipastikan akan bertambah karena ada 70 pengajuan rekomendasi dari nelayan Pantai Baron dan Gesing yang masih diproses. “Setiap ada permohonan pasti kami proses karena rekomendasi sangat membantu nelayan mendapatkan BBM untuk melaut,” katanya.
Meski telah menerbitkan puluhan surat rekomendasi, Khrisna mengakui belum semua nelayan mendapatkan rekomendasi. Dia berharap agar nelayan segera mengurus sehingga tidak kesulitan mendapatkan Pertalite. “Nelayan di seluruh Gunungkidul yang menggunakan perahu motor tempel ada 750 orang,” katanya.
Proses permohonan rekomendasi tidak sulit karena dalam pengajuan hanya melampirkan foto kopi KTP dan kartu tanda pengenal nelayan. Selain itu, nelayan juga harus memenuhi beberapa aturan seperti pembelian maksimal 20 liter per hari dan bersedia memperpanjang surat rekomendasi setiap sebulan sekali. “Syarat lainnya, rekomendasi hanya berlaku untuk nama yang tertera dalam surat. Jika ada penyalahgunaan, maka tanggung jawab berada di masing-masing nelayan,” kata Khrisna.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto, menyatakan hingga saat ini belum semua nelayan mendapatkan surat rekomendasi. “Baru nelayan dari Pantai Baron dan Drini yang memperoleh rekomendasi,” katanya.
Menurut Rujimanto, pasca diterbitkannya larangan pembelian Pertalite menggunakan jeriken, nelayan di pesisir selatan Gunungkidul terpaksa melaut menggunakan Pertamax. “Nelayan di Pantai Ngandong masih menggunakan Pertamax. Nelayan yang sudah memperoleh rekomendasi bisa kembali menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar untuk melaut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Job Fair Bantul 2026 akan digelar pada 6-7 Agustus di Stadion Sultan Agung. Sebanyak 15 perusahaan membuka sekitar 1.000 lowongan kerja dengan target 750 pencar
TECNO, brand teknologi inovatif berbasis AI, resmi meluncurkan TECNO MEGABOOK K14S. Laptop berukuran 14 inci ini memadukan performa tingg, desain premium
Pablo Nieto menyebut Maverick Vinales bisa dilupakan dalam sehari di MotoGP. Cedera dan konflik dengan KTM membuat masa depannya terancam.
Psikologi mengungkap keterbukaan terhadap pengalaman menjadi sifat yang paling erat kaitannya dengan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir lintas disipli
Seleksi sekolah kedinasan 2026 segera dibuka. Simak daftar 9 instansi penyelenggara, syarat umum, dan persiapan yang perlu dilakukan calon peserta.