Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Dana Desa termin pertama tahun ini dijadwalkan cair pada Februari-Maret. Meski begitu, sejauh ini masih ada lima desa di Sleman yang belum melengkapi persyaratan administrasi pencairan Dana Desa.
Kepala Seksi Keuangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sleman Marjuki mengatakan kelima desa yang belum lengkap syarat administratifnya belum lengkap di antaranya adalah Desa Glagaharjo dan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan. Kedua desa ini belum melengkapi peraturan desa (perdes) dan peraturan kepala desa (perkades) terkait dengan alokasi Dana Desa baik berupa soft file maupun hard file.
Tiga desa lainnya, imbuh Marjuki, masing-masing adalah Sidoagung, Kecamatan Godean, Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, dan Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan. Ketiga desa itu hanya kurang stempel asli.
Saat ini, DPMD Sleman tinggal menunggu ditandatanganinya surat pengantar pencairan Dana Desa dari Bupati. "Kalau tidak cepat mengumpulkan kekurangan syarat, kami hanya akan mengajukan pencairan dana desa bagi 81 desa [yang sudah memenuhi syarat] di termin pertama tahun ini," katanya, Rabu (19/2/2020).
Marjuki menjelaskan jumlah Dana Desa untuk 86 desa tahun ini di Sleman total mencapai Rp105,9 miliar. Alokasi Dana Desa masing-masing desa berbeda jumlahnya. Hal itu didasarkan pada beberapa indikator, seperti alokasi dasar di mana masing-masing desa mendapatkan Rp66,8 juta; serta alokasi formula di mana penghitungannya dititikberatkan pada empat penilaian, yakni jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis.
Alokasi tertinggi diperoleh Desa Margomulyo, Seyegan, yakni sebesar Rp1,7 miliar dan terendah Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem sebesar Rp870 juta.
Dia menjelaskan dari 86 desa di Sleman, ada sembilan desa yang mendapatkan tambahan Dana Desa berdasarkan penilaian unsur kinerja. Kesembilan desa tersebut, masing-asing adalah Ambarketawang dan Nogotirto, Kecamatan Gamping; Sidomoyo, Kecamatan Godean; Sumberagung, Kecamatan Moyudan; Margomulyo, Kecamatan Seyegan; Sariharjo, Sinduharjo, dan Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik; serta Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 9 Oktober 2026 tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter mikrobiologi klinik Andrew Adhytia Lieputra mengingatkan penggunaan masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan bantu cegah influenza tipe A.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
WJNC 2026 dinilai bukan sekadar karnaval, tetapi ruang kebersamaan warga. Tahun ini WJNC mengusung tema Gana Kalajaya dan masuk Top 10 KEN.