25.640 Siswa di Gunungkidul Divaksin Campak, Difteri, dan HPV
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Salah satu titik longsor di Semin./Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana di puncak musim hujan Februari ini. Kewaspadaan diperlukan agar dampak bencana bisa ditekan sekecil mungkin.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan berdasarkan informasi dari BMKG DIY, Februari menjadi puncak musim hujan. Hal ini pun terlihat dari intensitas curah hujan yang meningkat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.
Menurut dia, seiring dengan meningkatnya curah hujan, potensi terjadinya bencana alam juga makin tinggi. Beberapa bencana yang terjadi yakni longsoran batu besar yang memutus jalan kabupaten di Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari. Peristiwa ini terjadi kamis (20/2/2020). Tiga kejadian lainnya masing-masing pohon tumbang menimpa kandang di Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari; tembok pagar sekolah di Dusun Gebang, Kemiri, Tanjungsari dan pagar bumi rumah milik Suyitno, Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari ambrol karena tergenang air. “Sudah terdata dan mulai dilakukan penanganan,” kata Edy kepada wartawan, Jumat (21/2/2020).
Dia mencontohkan untuk jalan kabupaten di Watugajah, BPBD sudah menerjunkan personel guna memindahkan batu besar yang berada di tengah jalan. Adapun pemindahan dengan menggunakan alat pemecah batu. “Tidak bisa diangkat karena batu terlalu besar. Jadi harus dipecah dulu agar bisa dipindahkan,” katanya.
Dijelaskan Edy, kerawanan bencana alam di Gunungkidul ada beberapa potensi. Hasil pemetaan dari BPBD meliputi ancaman longsor yang berada di kawasan utara seperti di Kecamatan Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong. Untuk ancaman banjir meliputi beberapa titik seperti di wilayah Mertelu, Gedangsari, sepanjang aliran Kali Oya dan Kali Besole di Kota Wonosari. “Untuk angin kencang merata di seluruh wilayah,” katanya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Gunungkidul Agus Wibowo Arifianto mengatakan, untuk antisipasi bencana jajarannya terus menyosialisasikan ke masyarakat dengan memperluas jaringan desa tangguh bencana (destana). “Belum semua desa menjadi destana, tapi pembentukan akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun depan ada enam desa yang akan dijadikan destana,” katanya.
Menurut dia, dengan pembentukan destana masyarakat diajari bagaimana memetekan daerah rawan bencana serta melakukan penanganan saat terjadi musibah. “Paling penting masyarat diberikan pemahaman bagaimana melakukan antisipasi dan mengenali tanda-tanda yang bisa menyebabkan bencana alam,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Zulhas memastikan bangunan Kopdes Merah Putih yang tidak sesuai lokasi akan ditertibkan sebelum beroperasi pada September 2026.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026. Bangladesh, Yordania, Suriah, Kirgistan, Lebanon, hingga Sri Lanka disebut sebagai kandidat pengganti di Grup A ber
Google Meet meluncurkan fitur AI Gemini yang mampu merekam, menyalin, dan merangkum rapat tatap muka secara otomatis. Hasilnya tersimpan di Google Docs dan diki
Telur kaya protein dan nutrisi, tetapi konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan kolesterol, kalori, hingga risiko gangguan kesehatan tertentu. Simak penjel
Pasar murah HUT RI ke-81 digelar di Stadion Handayani Gunungkidul dengan 6 ton bahan pokok dan harga di bawah pasaran.