38 Jembatan di Gunungkidul Rusak, Pemkab Lakukan Perbaikan Bertahap
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memastikan persyaratan pencairan dana desa (DD) termin pertama sudah lengkap. Adapun pencairan tinggal menunggu proses transfer dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Wonosari ke masing-masing rekening pemerintah desa.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Subiyantoro, mengatakan jajarannya sudah mengurus persyaratan pencairan dana desa termin pertama 2020. Dari sisi persyaratan Pemkab telah menyelesaikan dengan menyusun Peraturan Bupati (Perbup) tentang Alokasi Anggaran serta surat kuasa pencairan ke KPPN Wonosari.
Selain itu seluruh desa di Gunungkidul juga sudah mengajukan permohonan pencairan dana desa termin pertama. “Sudah kami verifikasi pengajuan permohonan dari desa dan tinggal menunggu pencairan dari KPPN. Mudah-mudahan pada Senin [9/3/2020] dana sudah masuk ke rekening masing-masing desa,” kata Subiyantoro, Jumat (6/3/2020).
Dijelaskan Subiyantoro, pencairan dana desa di tahun ini berbeda dengan proses penyaluran di tahun-tahun sebelumnya. Untuk pencairan tak lagi melalui rekening daerah karena langsung ditransfer ke rekening desa. Selain itu, termin pencairan juga diubah dari sebelumnya 20% di tahap pertama dan kedua dan 40% di termin ketiga, kini menjadi kebalikannya. “Termin pertama dan kedua masing-masing 40 persen, sedangkan di termin ketiga tinggal 20 persen,” katanya.
Subiyantoro menambahkan, peraturan tentang pencairan dana desa diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No.205/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa. Adapun alokasi dana desa di 2020 juga mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan penyaluran di tahun lalu. “Naik sekitar Rp5 miliar dari Rp137 miliar di 2019 kini menjadi Rp142 miliar,” katanya.
Kepala Desa Bendung, Kecamatan Semin, Didik Rubiyanto, berharap dana desa bisa segera dicairkan. Menurut dia, dari sisi persyaratan pihaknya sudah mengurus untuk pencairan. “Ya kalau bisa lebih cepat maka lebih baik. Apalagi sekarang tidak ada tanggung jawab bersama dengan desa lain, sehingga pencairan tergantung kinerja dari masing-masing desa,” katanya.
Didik menjelaskan tahun ini Desa Bendung mendapatkan dana desa sebesar Rp881 juta. Rencananya anggaran ini digunakan untuk beberapa kegiatan seperti program infrastruktur hingga upaya pemberdayaan masyarakat. “Kami mengikuti aturan yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 38 jembatan di Gunungkidul mulai rusak ringan hingga sedang. Pemkab pastikan masih aman dan lakukan perbaikan bertahap.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.
5 peluang kerja freelance bergaji dolar yang bisa dikerjakan dari rumah, mulai content writer hingga desainer grafis.
Janice Tjen hadapi Caijsa Wilda Hennemann di babak pertama WTA 250 Rabat 2026 dengan status unggulan pertama turnamen.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.