Jaga Kualitas Ikan, Pabrik Es Dibangun di Pantai Baron Gunungkidul
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul memastikan persyaratan pencairan dana desa (DD) termin pertama sudah lengkap. Adapun pencairan tinggal menunggu proses transfer dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Wonosari ke masing-masing rekening pemerintah desa.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Subiyantoro, mengatakan jajarannya sudah mengurus persyaratan pencairan dana desa termin pertama 2020. Dari sisi persyaratan Pemkab telah menyelesaikan dengan menyusun Peraturan Bupati (Perbup) tentang Alokasi Anggaran serta surat kuasa pencairan ke KPPN Wonosari.
Selain itu seluruh desa di Gunungkidul juga sudah mengajukan permohonan pencairan dana desa termin pertama. “Sudah kami verifikasi pengajuan permohonan dari desa dan tinggal menunggu pencairan dari KPPN. Mudah-mudahan pada Senin [9/3/2020] dana sudah masuk ke rekening masing-masing desa,” kata Subiyantoro, Jumat (6/3/2020).
Dijelaskan Subiyantoro, pencairan dana desa di tahun ini berbeda dengan proses penyaluran di tahun-tahun sebelumnya. Untuk pencairan tak lagi melalui rekening daerah karena langsung ditransfer ke rekening desa. Selain itu, termin pencairan juga diubah dari sebelumnya 20% di tahap pertama dan kedua dan 40% di termin ketiga, kini menjadi kebalikannya. “Termin pertama dan kedua masing-masing 40 persen, sedangkan di termin ketiga tinggal 20 persen,” katanya.
Subiyantoro menambahkan, peraturan tentang pencairan dana desa diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No.205/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa. Adapun alokasi dana desa di 2020 juga mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan penyaluran di tahun lalu. “Naik sekitar Rp5 miliar dari Rp137 miliar di 2019 kini menjadi Rp142 miliar,” katanya.
Kepala Desa Bendung, Kecamatan Semin, Didik Rubiyanto, berharap dana desa bisa segera dicairkan. Menurut dia, dari sisi persyaratan pihaknya sudah mengurus untuk pencairan. “Ya kalau bisa lebih cepat maka lebih baik. Apalagi sekarang tidak ada tanggung jawab bersama dengan desa lain, sehingga pencairan tergantung kinerja dari masing-masing desa,” katanya.
Didik menjelaskan tahun ini Desa Bendung mendapatkan dana desa sebesar Rp881 juta. Rencananya anggaran ini digunakan untuk beberapa kegiatan seperti program infrastruktur hingga upaya pemberdayaan masyarakat. “Kami mengikuti aturan yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.