Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Warga bersama tim dari BPBD Gunungkidul mengevakuasi material tanah longsor yang menutup jalan antardusun di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Selasa (10/3/2020)./Istimewa/Dokumen BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras yang mengguyur wilayah Gununkidul sejak Senin (9/3/2020) mengakibatkan sejumlah bencana. Selain menumbangkan puluhan pohon, tanah longsor terjadi di beberapa titik seperti di Desa Tegalrejo, Gendangsari.
Di Tegalrejo, tanah longsor terjadi pada tebing setinggi 10 meter dan mengakibatkan jalan antardusun tertutup material tanah longsor.
Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan peristiwa tanah longsor di Tegalrejo terjadi Senin petang. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. “Warga sudah bekerja bakti untuk memindahkan material longsoran seperti batu dan tanah sehingga jalan antardusun kembali terbuka,” kata Surisdiyanto, Selasa (10/3/2020).
Longsor juga terjadi di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, tepatnya talut milik TK As-Sakinah. Hujan deras yang yang terus mengguyur mengakibatkan talut sepanjang lima meter ambrol dan mengancam ruangan di TK tersebut. “Kami sudah mendata kerusakan termasuk kerugian akibat talut yang ambrol,” katanya.
Surisdiyanto mencatat selain tanah longsor ada 29 pohon tumbang yang mengakibatkan kerusakan seperti menimpa kandang ternak, rumah hingga instalasi listrik. Total kerugian dari kejadian tersebut sekitar Rp81,5 juta. “Bencana yang terjadi tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan bencana yang dipicu cuaca ekstrem hanya mengakibatkan sejumlah kerusakan. Meski demikian, dia meminta masyarakat untuk terus mewaspadai potensi bencana saat musim hujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
PSS Sleman resmi berpisah dengan Nuri Fasya. Manajemen mengapresiasi dedikasi, semangat juang, dan karakter pantang menyerah sang bek.
Pemkab Bantul menerapkan sistem pembobotan nilai jika bakal calon lurah lebih dari lima orang pada Pilur 2026 sesuai Perbup No. 47/2026.
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Polres Temanggung menangkap dua terduga pelaku pengganjal ATM Bank Mandiri. Korban kehilangan Rp20 juta, satu pelaku diketahui residivis.
Timnas voli putri Indonesia U-18 kalah dramatis 2-3 dari Kazakhstan di AVC U-18 2026 dan gagal memperebutkan peringkat kelima.