Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Warga melihat lokasi talut longsor di sisi timur Sungai Winongo, Kelurahan Pringgokusuman, Kamis (12/3/2020). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-- Hujan deras yang melanda Kota Jogja pada Rabu (11/3/2020) sore, mengakibatkan talut longsor di sisi timur Sungai Winongo, RT 08, RW 02, Kelurahan Pringgokusuman. Satu rumah yang terletak tepat di sisi timur talut ikut ambles akibat kejadian ini.
Rumah terdampak ditinggali satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan satu anak. Pemilik rumah terdampak, Umboro, mengatakan saat kejadian, hanya dia yang berada di rumah, sementata anaknya masih di sekolah dan istrinya bekerja.
"Sekitar jam 14.15 turun hujan, saya yang sedang narik ojek merasakan firsasat tidak enak, maka saya pulang. Sekitar 15 menit kemudian terdengar seperti suara longsor, lalu saya keluar, menuju rumah tetangga di sebelah timur rumah," ujarnya, Kamis (12/3/2020).
Ia menuturkan longsor terjadi sebanyak tiga kali, antara pukul 14.30 WIB sampai 16.30 WIB. Longsoran terakhir merupakan yang terbesar. Rumahnya yang menjadi korban longsoran merupakan bagian barat rumah, yang berisi dapur, kamar dan kamar mandi.
Bagian barat rumah ini terletak sangat dekat dengan talut, kurang dari 1 meter. Sedangkan bagian timur rumah tidak ikut longsor. Beberapa barang yang terbawa longsor diantaranya kasur dan sepeda. Ia mengungkapkan telah membangun rumah dan tinggal di situ sejak 30 tahun lalu. "Baru kali ini talutnya longsor," katanya.
Pasca kejadian ia dan keluarganya masih tinggal di rumahnya yanh bagian timur. Rencananya, ia akan mencari tempat mengungsi di rumah saudaranya yang tak jaih dari rumahnya. Adapun bantuan dari BPBD Kota Jogja yang telah ia terima berupa karpet, selimut dan bahan makanan.
Pendamping KTB BPBD Kota Jogja, Heri Joko Witono, menjelaskan talut ini memiliki ketinggian sekitar 20 meter dan bagian yang longsor sekitar 10 meter. Perkiraan sementara, longsor terjadi karena struktur tanah yang sudah tidak kuat dan kondisi talit yang tergerus air.
Tanda kerusakan talut sebenarnya sudah terlihat sejak setahun lalu dan sudah diajulan perbaikannya ke Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja, namun belum terlaksana. "Aliran air yang tidak tertata baik akhirnya menggerus ke bawah dan menyebabkan talut growong," ujarnya.
Karena kondisi tanah yang masih belum stabil dan ketinggian talut yang cukup tinggi, penanganan sementara lokasi longsor baru bisa dilakukan pada Kamis (12/3/2020). Penanganan dikerjakan oleh beberapa pihak meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Babinkamtibnas, Kampung Tangguh Bencana (KTB), Tagana dan warga.
Mereka membersihkan sisa talut longsor yang masih di atas dan menutup titik longsor dengan terpal. "Kami tutupi terpal pada bagian longsor untuk menahan tanah agar tidak kembali longsor saat terjadi hujan. Kami tidak pasang penahan pasir karena ketinggiannya tidak memungkinkan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
AI frontier mempercepat eksploitasi celah keamanan. F5 menilai perusahaan perlu memperkuat deteksi dan perlindungan otomatis.
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.
Bernardo Tavares menyoroti kondisi pemain Persebaya jelang menghadapi PSIM pada pekan kedua BRI Super League, Minggu (13/9).
Komdigi menerbitkan SE No. 4/2026 yang melindungi sisa kuota internet pelanggan dan melarang operator mengenakan biaya tambahan.
GAC Indonesia menawarkan harga khusus mobil listrik AION dan HYPTEC selama GIIAS Bandung 2026 hingga 13 September.