Viral Mobil Pelat Merah Halangi Ambulans di Demakijo, Ini Klarifikasi Pemkab Sleman
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kalasan menggelar sosialisasi di SMAN 1 Kalasan. /Ist-dok
Harianjogja.com, SLEMAN – Pelajar Sekolah Menegah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) merupakan pemilih pemula potensial dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun ini. Untuk memberi edukasi, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kalasan menggelar sosialisasi di SMAN 1 Kalasan.
Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Panwascam Kalasan Lilik Sumitro mengatakan sosialisasi kepemiluan bertujuan untuk memberi kesadaran politik sekaligus menjaring pengawasan partisipatif kalangan milenial.
"Kalangan milenial, khususnya pemilih pemula perlu diberi pembekalan tentang kepemiluan, termasuk bagaimana mengawasi pemilihan agar benar-benar sesuai dengan aturan," katanya, Jumat (13/3/2020).
Sosialisasi dilakukan untuk mewujudkan Pilkada Sleman yang berintegritas, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Hal itu bisa terwujud jika partisipasi masyarakat termasuk kalangan pemilih pemula bisa dilakukan.
Beberapa praktik yang melanggar aturan di antaranya adalah money politik (politik uang), kampanye hitam dengan cara menjelek-jelekkan salah satu calon sehingga menimbulkan perpecahan dalam masyarakat, politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA),
“Ada juga larangan untuk ASN atau PNS berkampanye atau tidak netral. Jadi kalau mendapati pelanggaran-pelanggaran itu, bisa melaporkan kepada kami melalui nomor telepon, WA, melalui media sosial kami, atau datang langsung ke kantor di Kecamatan Kalasan,” ujarnya di hadapan sedikitnya 100 an siswa yang hadir.
Menurut Lilik, pelajar SMA N 1 Kalasan memang tidak semua mempunyai hak pilih. Namun setidaknya siswa kelas 12 dalam waktu dekat juga akan memiliki hak pilih sehingga tetap mendapatkan sosialisasi. "Meski pemilih pemula, namun kalangan pelajar adalah pemilih cerdas dan cenderung belum terlibat politik praktis. Diharapkan mereka juga ikut mengawasi proses Pilkada," katanya.
Salah satu siswa kelas 12 SMA N 1 Kalasan, Muhammad Lutfi Arya Widakdo, 17, mengatakan setelah mengikuti sosialisasi ia mendapatkan pengetahuan baru tentang kepemiluan, terutama terkait Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). "Seperti soal money politic, ternyata itu melanggar, meski tidak diterima oleh sendiri atau orang per orang tapi untuk masyarakat," katanya.
Setelah mendapatkan sosialisasi, Lutfi mengaku siap untuk turut mengawasi Pilkada yang berintegritas. "Saya juga harus benar-benar selektif, tidak dengan money politik, karena itu melanggar aturan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA N 1 Kalasan Sumarno mengatakan sosialisasi dari Panwascam Kalasan diperlukan agar para pemilih pemula bisa menggunakan hak pilih sesuai dengan aturan.
"Pemilih pemula ini potensial karena jumlahnya banyak. Ke depan kami siap bekerjasama lagi yang lebih efektif dengan Panwascam Kalasan, supaya anak-anak juga belajar berdemokrasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video mobil pelat merah diduga menghalangi ambulans di Demakijo Sleman viral. Pemkab Sleman memastikan kendaraan tersebut bukan aset pemerintah daerah.
Jadwal KA Prameks Jogja–Kutoarjo PP September 2026 lengkap dengan harga tiket Rp8.000, panduan beli tiket di Access by KAI, dan cara tap-in gate.
Jadwal KRL Solo-Jogja September 2026 relasi Palur–Tugu Jogja lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.00 WIB hingga perjalanan terakhir malam.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
GPI 2026 menempatkan Islandia sebagai negara paling damai dan Rusia paling tidak damai. Indonesia berada di peringkat ke-69 dunia.
Komisi C DPRD DIY berharap Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk 2027 naik minimal 10%. Tambahan dana tersebut dinilai dibutuhkan untuk menutup k