Jadwal DAMRI Jogja-YIA 2026, Tarif Rp80 Ribu Tanpa Ribet
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Simulasi penanganan aksi huru-hara saat pelaksanaan pilkada yang digelar di halaman Mapolres Gunungkidul, Rabu (12/2/2020)./Harian Jogja-Muhammad Nadhir Attamimi
Harianjogja.com, SLEMAN- Masuknya Kabupaten Sleman dalam 10 besar daerah dengan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada 2020 akan diantisipasi oleh Bawaslu Sleman. Sejumlah langkah strategis disiapkan agar proses pelaksanaan Pilkada berjalan aman dan lancar.
Ketua Bawaslu Sleman, M. Abdul Karim Mustofa menjelaskan hasil IKP tersebut dibutuhkan sebagai upaya preventif untuk mencegah potensi pelanggaran. Potensi ini bisa diredam dengan melaksanakan pengawasan Pilkada secara maksimal, melibatkan semua pemangku kepentingan.
Baginya, IKP bukanlah sebagai pembenaran sebuah data, tetapi menjadi alat ukur Bawaslu untuk memetakan kerawanan. "Kami akan mencari solusi yang tepat, langkah antisipasi, dan pencegahan dini agar IKP yang berbasis data pemilu/pilkada sebelumnya ini tidak terjadi kembali di Sleman," katanya, Kamis (27/2/2020).
Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Sleman ini menambahkan, Bawaslu akan instensif berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti KPU, Kesbang, Disdukcapil, TNI dan Polri. Misalnya, memaksimalkan pengawasan terhadap akurasi daftar pemilih dan peningkatan partisipasi masyarakat. Bawaslu juga akan berkoordinasi dengan Partai Poitik untuk meningkatkan akses keterlibatan masyarakat dan melakukan pendidikan politik yang intensif.
Bawaslu juga akan merangkul pemerintah untuk mengintensifkan forum-forum komunikasi, konsolidasi dan mencegah potensi kerawanan, menguatkan koordinasi-koordinasi guna mencegah potensi konflik horisontal, dan membangun koordinasi dengan Perguruan Tinggi, Ormas dan tokoh agama-masyarakat agar pelaksanaan Pilkada berjalan demokratis.
"Kami akan menggerakkan potensi sumber daya (Panwascam, Panwaslu Desa, dan Relawan) untuk bekerja secara optimal mencegah, mengantisipasi dan meminimalisir dugaan pelanggaran seperti politik uang, politisasi sara, ujaran kebencian dan hoaks. Termasuk menjaga netralitas ASN," katanya.
Anggota Bawaslu Sleman, Arjuna al Ichsan Siregar mengatakan pihaknya juga terus melakukan sosialisasi pengawasan dan audiensi kepada stakeholder untuk mencegah potensi pelanggaran dalam Pilkada.
"Kami juga sudah membuat surat himbauan, koordinasi dengan Pemkab, sosialisasi dengan forum warga, media, ormas dan aktif mengisi kontent media sosial, serta kegiatan lainnya," katanya.
Sebelumnya, Bawaslu RI meluncurkan IKP untuk memetakan potensi kerawanan Pilkada Serentak 2020. Dalam IKP tersebut, pelaksanaan Pilkada di Sleman termasuk dalam kategori paling rawan. Bahkan di wilayah Jawa, katanya, IKP Sleman menduduki posisi ke 10 atau urutan ke 32 secara nasional. Skornya di atas 58,49 atau di atas rata-rata nasional 51,65 dengan IPK level lima.
"Level lima itu artinya sebagian besar indikator kerawanan berpotensi terjadi di Pilkada Sleman 2020. Padahal pada IKP Pemilu 2019 lalu, Sleman hanya menduduki kerawanan tinggi," kata Karim.
Dia menjelaskan, nilai skor dimensi Pilkada 2020 ini Sleman mencapai angka tertinggi pada dimensi partisipasi politik, 69,35 di atas rata-rata nasional 64,09. Dimensi partai politik terdiri dari subdimensi partisipasi pemilih, partisipasi partai politik, dan partisipasi publik ini menyumbang kerawanan pilkada di Sleman menjadi tinggi. "Sleman ada kekurangan surat suara, Pemilih DPTb yang tidak terlayani serta adanya PSU dan PSL pada Pemilu 2019," katanya.
Ia mengatakan, dimensi sosial politik dengan subdimensi keamanan, otoritas penyelenggara pemilu, penyelenggara negara, dan relasi kuasa ditingkat lokal juga menyumbang kerawanan di Sleman, 64,80 di atas rata-rata nasional 51,67.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.