Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Foto ilustrasi: Penanganan pasien virus Corona. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Penyebaran Covid-19 yang kian meluas termasuk di Kota Jogja, membuat sebagian kalangan turut turun tangan membantu pemerintah menghadapi pandemi ini. Salah satunya ACT DIY, dengan sejumlah program yang telah mereka siapkan.
Kepala Cabang ACT DIY, Bagus Suryanto, mengaku telah melaksanakan beberapa program dalam penanganan Covid-19, salah satunya mendukung tenaga medis dengan menyediakan alat pelindung diri (APD). "Sudah ada sekitar 700 coverall APD kami distribusikan ke rumah sakit rujukan," ujarnya, Jumat (27/3/2020).
Kebutuhan APD, kata dia, memang sangat banyak karena barang ini bersifat sekali pakai. Dia juga mengakui untuk saat ini, lembaganya kesulitan mencari produsen APD. “Selain APD, kepada tenaga medis di rumah sakit rujukan, ACT DIY juga memberi bantuan berupa suplemen vitamin dan paket makanan,” ucap dia.
Pandemi Covid-19 juga berpengaruh pada perekonomian masyarakat karena beberapa harus diidolasi, bahkan dirumahkan oleh tempatnya bekerja. Itulah sebabnya, ACT DIY pun melaksanakan program pemberdayaan masyarakat. "Kami suplai paket sembako supaya kebutuhan keluarga bisa tercukupi," katanya.
Beberapa pekerja luar ruang yang masih harus bekerja di tengah pandemi dan mengurangi penurunan pemasukan juga turut didukung kebutuhannya dengan program paket makan gratis di sejumlah warung mitra. Dia menargetkan 100 warung akan terlibat dalam program ini dengan sasaran utama ojol dan tukang becak.
Lalu sejumlah program lainnya diantaranya penyediaan wastafel di tempat umum yang dimulai dengan 10 wastafel di delapan pasar, penyemprotan disinfektan tempat strategis yang sudah dimulai di 15 SPBU.
Ke depan, ACT juga mengupayakan penyediaan APD bagi tenaga medis di puskesmas. Menurut dia, selama ini distribusi APD hanya diprioritaskan di rumah sakit rujukan. Padahal, puskesmas menjadi ujung tombak pemeriksaan pasien pertana kali.
Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengakuo saat ini Pemkot memang kesulitan mengadakan APD. "Dananya sudah kami siapkan rapi barangnya tidak ada. Kalaupun ada mahal sekali, sehingga tidak akan memenuhi jumlah yang ditargetkan," katanya.
Sementara pengadaan APD dari Gugus Tugas Nasional perlu menunggu dan itu pun jumlahnya terbatas, karena seluruh Indonesia juga membutuhkan. Dia mengapresisasi saat ini sudah banyak pihak yang membantu dalam upaya penanganan Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Bantul menargetkan surplus beras 100.000 ton pada 2026 dengan perluasan tanam padi hingga 35.000 hektare meski konsumsi beras warga menurun.
Diskominfo Kulonprogo kini dipimpin oleh Bambang Sutrisno yang memiliki reputasi selama 30 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bamsut sapaan akrabnya memi
Menkeu Purbaya menyebut Presiden Prabowo segera meluncurkan insentif baru kendaraan listrik berupa PPnBM 100% dan PPN DTP 40%.
UAD melantik dekan baru untuk periode kepemimpinan berikutnya guna memperkuat transformasi kampus dan menghadapi akreditasi institusi 2027.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero)Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan dengan membangun ekosistem pemberdayaan UMKM