Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Antrean truk pengangkut sampah di TPST Piyungan, Bantul, Rabu (8/4/2020).Harian Jogja-Hery Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL—Pemda DIY bakal memperketat proses pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan mulai 1 Mei mendatang. Upaya tersebut sebagai buntut adanya penutupan kembali pintu masuk TPST Piyungan oleh warga sekitar karena TPST penuh dan sampah berserakan sampai menghalangi jalan warga.
Kepala Balai Pengelola Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Fauzan Umar, mengatakan masih banyak truk sampah swasta yang tidak dilengkapi dengan dump atau truk jungkit masuk ke TPST,sehingga dalam pembongkarannya harus dibantu dengan ekskavator. Padahal alat berat tersebut fungsinya hanya untuk meratakan dan mendorong sampah yang sudah dibongkar.
Akan tetapi jika truk tidak dibantu dengan alat berat, kata Umar, maka truk tanpa dump akan membongkar sampah secara manual sehingga lebih lama dan menghalangi dump truck lain yang akan masuk. Akibatnya akan semakin menambah panjang antrea. Untuk itu dinasnya sudah menyiapkan langkah pengetatan sehingga tidak semua armada sampah masuk TPST Piyungan. “Mulai 1 Mei 2020 akan diberlakukan penertiban armada truk yang membuang sampah di TPST. Setiap truk wajib memiliki rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup masing-masing wilayah kabupaten atau kota dan didaftarkan secara resmi melalui DLHK DIY,” kata Umar, saat dihubungi, Kamis (9/4/2020).
“Bagi armada yang masuk ke TPST tidak memiliki rekomendasi maka akan ditolak dengan tegas dan membawanya kembali buang ke TPS sementara atau Depo di wilayah kabupaten atau kota masing-masing,” sambung Umar.
Selain itu, dinasnya juga berupaya mengerahkan semua alat berat yang dimiliki untuk menata landfill dan mengurug permukaan lahan landfill dengan tanah serta pasir-batu (sirtu) untuk meningkatkan daya dukung lahan.
Dinasnya, imbuh dia, juga mengupayakan penambahan alat berat sewa. Sebenarnya, kata Umar, jumlah keseluruhan alat berat yang tersedia ada empat unit buldoser dan dua unit ekskavator, tetapi yang beroperasi hanya dua buldoser dan satu unit ekskavator.
“Alat lainnya rusak dan menunggu mekanik dari Semarang dan Sparepart yang inden menunggu dari Jakarta. Karena kondisi wabah Covid-19 saat ini maka upaya perbaikan alat jadi terhambat,” ujar Umar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Harga buyback emas Pegadaian 5 Juli 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24. Simak daftar nilai jual kembali terbaru semua ukuran.
Importa Furniture menggelar sunat massal bagi 40 anak untuk memperingati HUT ke-15. Kegiatan menjadi bagian dari program CSR di Sleman.
KONI DIY memperluas kerja sama dengan kampus, lembaga kesehatan, media, dan institusi digital untuk memperkuat pembinaan serta prestasi atlet DIY.
Pameran Galeri Nasional Indonesia di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta menghadirkan 28 maestro seni rupa hingga 30 Agustus 2026.
BPBD Sleman mewaspadai kekeringan 2026. Pakem, Tempel, dan Minggir menjadi wilayah dengan distribusi air bersih tertinggi empat tahun terakhir.