Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Ilustrasi pembangunan jamban warga./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Upaya pembangunan jamban untuk warga terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman. Berdasarkan catatan yang dimiliki Dinkes, masih ada 15.715 keluarga di Bumi Sembada yang belum memiliki fasilitas jamban.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Sleman Wisnu Murti mengatakan 15.715 keluarga yang belum memiliki fasilitas jamban itu lokasinya tersebar di 17 kecamatan se-Sleman. "Terbanyak ada di Kecamatan Minggir," kata dia, Senin (13/4/2020).
Itulah sebabnya, Dinkes Sleman terus berupaya menyosialisasikan kepada warga untuk menyetop kebiasaan buang air besar (BAB) sembarangan. "Walaupun angkanya yang belum memiliki jamban sebanyak 15.715 keluarga, tetapi mereka sebenarnya sudah menerapkan perilaku setop buang air besar secara sembarangan," ujar Wisnu Murti.
Lebih lanjut, dinasnya berencana menerapkan program pembangunan jamban untuk warga melalui sejumlah skema. Di antaranya melalui bantuan keuangan khusus (BKK) yang berasal dari Pemda DIY, serta program yang dilaksanakan oleh DLH Sleman. “Akan ada pembangunan jamban di tahun ini di antaranya melalui dana BKK yang menyasar 200 KK dan program dari DLH Sleman sebanyak 359 KK. Sehingga totalnya menjadi 559 KK," kata Wisnu.
Soal anggaran, imbuh dia, program pembangunan jamban untuk warga yang bersumber dari BKK DIY tahun lalu adalah sebesar Rp450 juta. Untuk tahun ini, pemerintah menggelontorkan dana sejumlah Rp800 juta.
Sekretaris Kecamatan Minggir Muhammad Khaidar mengaku hingga kini lembaganya belum mendata secara detail warga yang belum memiliki jamban. Akan tetapi meskipun data dari Dinkes menunjukkan bahwa kecamatan Minggir menempati urutan pertama sebagai wilayah yang paling layak menerima bantuan jambanisasi, masyarakat di Minggir kebanyakan sudah menerapkan perilaku setop buang air besar secara sembarangan.
"Apalagi di Minggir kan sungainya kecil-kecil, kebanyak juga Selokan Mataram, warga sudah menerapkan perilaku setop buang air besar secara sembarangan. Tetapi kami tetap menyambut baik jika memang ada bantuan pembangunan jamban untuk warga di Kecamatan Minggir," ucap Khaidar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Jumat 15 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
TPR Baron Gunungkidul resmi menerapkan pembayaran full cashless. Sistem non tunai akan dievaluasi sebelum diterapkan di TPR lain.
KKP mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat hilirisasi perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.