Misteri Dentuman Selasa Dinihari di Sleman, Ini Kata BPPTKG

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas dan lava pijar pada Senin (18/2/2019) pagi. Kondisi tersebut terpantau dari daerah Bimomartani, Ngemplak, Sleman. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
14 April 2020 17:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menegaskan jika suara dentuman yang didengar oleh sebagian kecil warga di Sleman pada Selasa (14/4/2020) dinihari bukan berasal dari aktivitas Gunung Merapi.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan jika suara dentuman bisa dipastikan bukan berasal dari aktivitas Gunung Merapi. "Yang jelas itu bukan dari Gunung Merapi ya," ujar Hanik sambil tertawa, saat dihubungi Harianjogja.com, Selasa (14/4/2020).

Pada saat isu dentuman suara terjadi, lanjut Hanik, Merapi tidak menunjukkan aktivitas yang signifikan. "Di jam-jam tersebut [saat isu suara dentuman terjadi pada dinihari Selasa] Merapi tidak ada aktivitas namun kecil sekali," terangnya.

Aktivitas gempa fase banyak (MP) Gunung Merapi juga hanya tercatat di skala 2 sampai dengan 5 amplitudo yang dikategorikan sangat kecil. "Tidak ada yang signifikan, MP juga merupakan gempa permukaan yang sangat kecil sekali dan itu kecil banget," terangnya.

Kepala BMKG Yogyakarta, Agus Riyanto mengatakan jika instansinya hanya merilis dua kejadian gempa bumi di wilayah PGR VII dengan parameter diantaranya gempa 3.4 skala richter pada pukul 01:20 dan gempa 3.5 skala richter pada 05:36 WIB.

Lebih lanjut, aktivitas tersebut berdasarkan monitoring seismik yang tercatat di Stasiun Geofisika Sleman Yogyakarta, pada Selasa (14/4/2020) sampai jam 11.00 WIB.

"Keduanya terjadi pada Selasa (14/4/2020). Terkait pertanyaan adanya dentuman, tidak ada hubungannya dengan aktivitas seismik di atas," tutupnya.