Gunungkidul Siap Pasok Kebutuhan Hewan Kurban DIY dan Sekitarnya
Bupati Gununungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan hewan kurban di Bumi Handayani mengalami surplus sehingga siap memenuhi kebutuhan di luar daerah.
Suasana di Terminal Dhaksinarga, Selang, Wonosari, Selasa (31/3/2020)./Harian Jogja-Muhammad Nadhir Attamimi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menyambut baik larangan mudik dari Pemerintah Pusat. Meski demikian, hingga sekarang tercatat sudah ada 10.019 pemudik yang pulang ke Gunungkidul.
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Gunungkidul, Immawan Wahyudi, mengatakan Pemkab terus berusaha menyosialisasikan larangan mudik. Bahkan dalam pelaksanaannya Pemkab melibatkan unsur dari masyarakat mulai dari keluarga, perangkat hingga kepala desa.
Menurut dia, sosialisasi dilakukan secara berjenjang. Sebagai contoh, imbauan larangan mudik disosialisasikan ke pemerintah desa dan selanjutnya disampaikan ke masyarakat. Pasalnya, untuk melarang mudik upaya efektif dengan melibatkan keluarga. “Orang tua bisa memberitahu kepada anak yang merantau untuk tidak pulang karena alasan kesehatan dan keselamatan,” kata Immawan, Rabu (22/4/2020).
Imbauan langsung dari orang tua dinilai lebih efektif sehingga banyak yang menuruti. Sebab, mudik tidak hanya sebagai sarana silaturahmi, tetapi yang lebih utama yakni keterkaitan batin orang tua dan anak. “Jadi kalau orang tua tidak mempermasalahkan sang anak tidak pulang, maka larangan akan lebih manjur,” katanya.
Peran dari perangkat maupun dari kepala desa juga penting karena sebagai pihak yang bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat secara langsung. “Sosialisasi sudah berjalan. Bahkan saat berkunjung ke lapangan ada kepala desa yang menelepon langsung warga yang berada di perantauan mengimbau agar tidak pulang dulu,” kata Immawan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan hingga Rabu siang tercatat sudah ada 10.019 perantau yang pulang ke kampung halaman. Paling banyak pemudik dari Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. “Jami mendata melalui Sistem Informasi Desa. Untuk mereka yang terlanjur mudik, maka harus karantina mandiri selama 14 hari,” kata Kelik.
Pertambahan jumlah pemudik akhir-akhir ini tidak sebanyak pada saat awal-awal pandemi. Pasalnya, pertambahan sempat mencapai 1.000 pemudik dalam sehari, tetapi untuk sekarang mulai landai dan tidak lebih dari 300 per hari. “Contohnya hari ini [Rabu] jumlahnya mencapai 10.019 orang, sedangkan sehari sebelumnya tercatat 9.831 orang. Jadi, kalau dilihat pertambahannya hanya 200 orang dan kondisi ini sudah berlangsung selama beberapa hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gununungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan hewan kurban di Bumi Handayani mengalami surplus sehingga siap memenuhi kebutuhan di luar daerah.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Mei 2026 lengkap dengan SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, dan layanan malam. Cek lokasi dan syarat perpanjangan SIM.
Ratu Oceania Raya menggelar kegiatan Disney Day 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta tips hindari antrean.
Rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif terbaru dan sistem pembayaran digital. Praktis, murah, dan terhubung ke seluruh Jogja.
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.