SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Sejumlah pekerja menaikkan sampah ke truk di Depo Sampah Transferstation, Dusun Tambakboyo, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Senin (25/6/2018)./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Volume sampah di Sleman yang diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Piyungan (TPST) Piyungan menyusut selama pandemi Covid-19. Masyarakat diminta untuk tetap mengelola sampah dengan baik pasalnya selama masa pandemi sampah rumah tangga memang mendominasi.
Berdasarkan data dari Kantor UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, jumlah volume sampah yang dihasilkan dari 13 depo sampah di wilayah Sleman menurun. Jika volume sampah pada Januari tercatat 5.105 kubik per meter, pada Februari volume sampah tercatat 5.163 kubik per meter. Ini kondisi normalnya rata-rata per bulan lima ribu sekian kubik per meter. Saat pandemi Covid, mulai Maret lalu volume sampah mulai menurun," kata Staf Kantor UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, M.Khairul Amri, Minggu (3/5/2020).
Terbukti, pada Maret volume sampah yang dihasilkan sebanyak 4.730 meter kubik dan pada akhir April turun jadi 4.110 meter kubik.
Penurunan jumlah volume sampah paling mencolok antara Maret dan April terjadi di Depo Pogung dari 327 meter kubik (Maret) menjadi 286.15 kubik (April); Depo Lempongsari dari 207 kubik menjadi 185 kubik; dan Depo Satu dari 524 kubik turun jadi 493 kubik. "Ini dikarenakan sekolah, perguruan tinggi, sejumlah hotel dan destinasi wisata yang tidak beroperasi sehingga volume sampah turun," kata Kepala UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Sri Restuti Nur Hidayah.
Meski begitu volume sampah di beberapa depo justru bertambah, seperti Depo Condongcatur dari 440 kubik menjadi 502 kubik; Depo Tridadi dari 653 kubik menjadi 678 kubik; Depo Purwomartani dari 184 kubik menjadi 240 kubik; dan Depo Minomartani dari 306 kubik menjadi 339 kubik. "Biasanya yang meningkat adalah sampah rumah tangga, karena warga banyak tinggal di rumah. Kami berharap warga bisa mengurangi sampah. Misalnya, sebisa mungkin pakai masker yang bisa dicuci," kata Tuti.
Kepala Balai Pengelolaan Sampah TPST Piyungan, Fauzan Umar mengatakan sampah yang masuk berasal dari tiga wilayah di DIY baik Kota Jogja, Sleman maupun Bantul dengan rerata selama Januari mencapai 1.884,265 ton.
Sampah yang diterima masih stabil tinggi lantaran produksi sampah berpindah dari tempat bisnis ke rumah warga. "Ini dikarenakan selama masa pandemi ini warga lebih banyak berdiam diri di rumah. Jadi produksi sampah tidak berkurang signifkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.