Pilur 2027 Gunungkidul Digelar di 55 Kalurahan, Anggaran Disiapkan
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Ancaman penyebaran Coronavirus Disease-19 (Covid-19) di Gunungkidul semakin nyata menyusul adanya penyebaran dengan transmisi lokal. Masyarakat pun diminta untuk terus disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan penyebaran Corona dengan cara transmisi lokal harus terus diwaspadai agar tidak semakin meluas. Menurut dia, upaya pencegahan butuh partisipasi masyarakat.
Sayangnya, Dewi menilai tingkat kesadaran masyarakat masih kurang. Hal ini bisa dilihat dalam aktivitas keseharian di masyarakat yang masih ada kerumunan dan tidak memakai masker. Menurut dia, kesadaran ini harus terus ditingkatkan agar upaya pencegahan bisa semakin efektif. “Ini yang perlu diingatkan bahwa protokol kesehatan harus benar-benar dijalankan agar pencegahan dapat dimaksimalkan,” katanya, Jumat (8/5).
Menurut dia, pelaksanaan protokol kesehatan merupakan hal utama dalam pencegahan. Sebab, upaya tracing atau penelusuran kontak terhadap pasien positif sudah termasuk terlambat karena tidak masuk dalam pencegahan. “Tracing lebih ke penanganan agar kasus tidak semakin meluas. Tetapi untuk pencegahan, warga harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” ujar Dewi.
Dewi menjelaskan isi dari protokol selain terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat, masyarakat diimbau selalu mencuci tangan dengan sabun, tidak sering keluar rumah, apabila terpaksa harus keluar harus menjaga jarak dengan warga lain serta terus menggunakan masker. “Sebenarnya mudah, tetapi dalam pelaksanaannya masih ada yang belum menerapkan sehingga sosialisasi harus terus dilakukan,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Bupati Gunungkidul, Badingah. Menurut dia, upaya sosialisasi terus dilakukan agar pencegahan bisa benar-benar dimaksimalkan. “Masyarakat terus diberikan pemahaman agar ikut menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” katanya.
Selain terus menyosialisasikan upaya pencegahan, Badingah memastikan upaya penanganan terus dilakukan khususnya bagi pasien yang masuk kategori positif, PDP maupun ODP. Ia memastikan bahwa Rumah Sakit Saptosari tetap digunakan sebagai lokasi darurat penanganan Covid-19. “Isu yang beredar kalau Rumah Sakit Saptosari tidak lagi digunakan tidak benar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur 2027 Gunungkidul akan digelar serentak di 55 kalurahan. Pemkab mulai mengkaji kebutuhan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan.
Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah mengkaji moratorium industri setengah jadi untuk mempercepat hilirisasi dan memutus rantai ekspor produk.
Menkeu Suahasil Nazara menyebut Danantara tidak menyetor dividen ke APBN 2026 dan 2027. Kontribusi Danantara dinilai lebih luas.
Perpres 27/2026 mengatur perlindungan pekerja transportasi online, termasuk potongan aplikator 8 persen dan aturan turunan.
Bulog Jogja mencatat serapan gabah 212.000 ton atau 108,71% dari target. Stok beras kini mencapai 74.679 ton.
Gangguan layang-layang di jalur Whoosh turun 65 persen pada September 2026. KCIC mencatat 26 kejadian dan perkuat pengawasan.