Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Pertunjukan atraksi wisata budaya di Dusun Ngasem, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Sabtu (24/11).-Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Agenda seni dan budaya yang disusun Dinas Kebudayaan Gunungkidul terpaksa dihentikan untuk sementara waktu karena penyebaran virus Corona penyebab Covid-19. Adapun kegiatan yang dihentikan merupakan kegiatan yang berlangsung mulai April hingga Juni mendatang.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Kamtono mengatakan, penyebaran Covid-19 ikut berpengaruh terhadap agenda kegiatan seni dan budaya yang dimiliki. Pasalnya, selama tiga bulan dari April hingga Juni, kegiatan yang dimiliki harus dihentikan. “Praktis berhenti dan dana yang bersumber dari dana keistimewaan dikembalikan ke provinsi untuk penangan Covid-19,” kata Agus kepada wartawan, Sabtu (10/5/2020).
Menurut dia, dihentikannya kegiatan seni budaya ini memberikan efek domino. Hal itu dikarenakan para perkerja seni yang seharusnya mendapatkan jadwal tampil ikut terimbas. “Praktis tidak bisa tambil dan honor yang sedianya untuk tampil tidak bisa dicairkan,” katanya.
Permasalahan berhentinya agenda seni dan budaya sudah dikomunikasikan dengan Dinas Kebudayaan DIY. Bahkan, kata Agus, juga ada pembahasan berkaitan dengan bantuan bagi pekerja seni yang menganggur. “Sudah kami rapatkan secara online April lalu. Ide awal, para pekerja seni ini akan mendapatkan bantuan sembako,” ungkapnya.
Meski demikian, Agus memiliki ide agar kreativitas para pekerja seni tetap bisa diasah mengusulkan adanya lomba yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19. Hanya saja, usulan ini belum ada keputusan apakah disetujui atau tidak. “Lomba kreativitas ini bisa bermacam-macam seperti tari atau musik yang bertemakan corona,” katanya.
Ditambahkannya, rencana bantuan bagi pekerja seni sudah ada 174 orang yang mendaftarkan secara online ke Pemerintah DIY. “Mudah-mudahan dengan adanya bantuan bisa bermanfaat bagi pelaku seni yang saat ini sedang menganggur,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait dengan keluhan pelaku seni di Gunungkidul. Dia pun mengaku siap memberikan dukungan terkait dengan permasalahan yang dihadapi.
Heri menuturkan, salah satu solusi terhadap dampak yang ditimbulkan dari penyebaran Covid-19 adalah dengan pemberian bantuan. Menurut dia, pelaku seni di Gunungkidul sudah diberikan informasi terkait dengan adanya slot bantuan dari pemerintah. “Kita informasikan karena sebagai warga terdampak, maka para pelaku seni juga berhak mendapatkan bantuan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
DPRD DIY menilai ketahanan pangan harus diukur dari kesejahteraan petani, didukung irigasi, alat pertanian, pupuk, dan regenerasi petani.
Harga sejumlah kebutuhan pokok di Banyumas naik. Cabai rawit merah mencapai Rp75.000 per kg, sementara daging sapi Rp180.000 per kg.
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut mewarnai suasana Alun-Alun Demak.
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026