292 Narapidana di Gunungkidul Terima Remisi, 7 Langsung Bebas
Sedikitnya tujuh warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Gunungkidul bisa langsung bebas setelah mendapatkan remisi kemerdekaan Indonesia ke-81.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menyiapkan lokasi baru untuk karantina massal bagi pasien reaktif Covid-19. Penyediaan tempat isolasi baru ini sebagai langkah antisipasi pelaksanaan rapid test massal yang melibatkan sekitar 2.000 orang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan mulai Selasa (12/5) Pemkab melakukan tes massal terhadap 2.000 warga yang berpotensi tertular virus Corona. Antisipasi dari pelaksanaan tes ini juga dilakukan pencarian lokasi baru untuk karantina.
Saat ini Pemkab sudah menyiapkan Rumah Sakit (RS) Saptosari sebagai tempat isolasi. Hanya, dengan adanya pelaksanaan rapid test massal, maka berpotensi menambah jumlah warga yang reaktif tes Corona. Hal inilah yang harus diantisipasi sehingga potensi penyebaran bisa ditekan sejak awal. “Kapasitas di RS Saptosari terbatas. Jadi harus ada lokasi karantina lain sehingga warga yang reaktif Corona tetap bisa ditampung,” kata Kelik kepada wartawan, Rabu (13/5/2020).
Dia menjelaskan pencarian lokasi alternatif karantina sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Awalnya, lokasi yang dipilih yakni gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Gunungkidul di Desa Logandeng, Kecamatan Playen. Namun pemilihan lokasi ini mendapatkan penolakan warga sekitar sehingga Pemkab mencari tempat lain. “Setelah melalui koordinasi internal di Gugus Tugas, maka dipilih Pusat Latihan Tempur [Puslatpur] Paliyan sebagai lokas karantina alternatif selain di RS Saptosari,” katanya.
Pemilihan Puslatpur ini juga sudah dikoordinasikan dengan Kodam IV Diponegoro selaku pemilik. “Kami mendapat lampu hijau untuk menggunakan Puslatpur. Teknisnya nanti kalau RS Saptosari penuh maka lokasi karantina diarahkan ke Puslatpur Paliyan,” kata mantan Sekretaris Camat Rongkop ini.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Menurut dia, lokasi karantina massal tetap di RS Saptosari. Namun demikian, harus ada lokasi alternatif untuk mengantisipasi membeludaknya pasien reaktif Covid-19.
Menurut Dewi, pemberian fasilitas karantina massal dilakukan karena tidak semua warga bisa melakukan karantina secara mandiri. Hal itu erat kaitannya dengan kondisi di lingkungan rumah sehingga diputuskan adanya karantina bersama. “Sebenarnya bisa karantina mandiri dengan catatan menyediakan ruangan khusus hingga alat makan minum dan mandi secara sendiri. Tetapi kalau itu tak bisa disediakan di rumah, maka harus ikut karantina massal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sedikitnya tujuh warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Gunungkidul bisa langsung bebas setelah mendapatkan remisi kemerdekaan Indonesia ke-81.
Jadwal SIM Keliling Jogja Kamis 20 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Gempa M5,7 kembali mengguncang NTT. BMKG mencatat 3.055 gempa susulan pascagempa M7,7 Flores hingga 19 Agustus 2026.
Jadwal layanan SIM Polresta Sleman Agustus 2026 telah dirilis. Cek lokasi SIM Keliling, MPP, SIMMADE, jam layanan, dan syarat perpanjangan.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 20 Agustus 2026 tersedia di lima rute dengan tarif Rp80.000. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 20 Agustus 2026 tersedia lima kali perjalanan. Cek jam keberangkatan dari kedua stasiun.