Puskesmas Wonosari 2 Bersiap Tempati Bekas Kantor Dinkes
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan tes cepat (rapid test) Corona massal sudah menyasar 1.163 warga. Hasilnya 71 orang dinyatakan reaktif terhadap Covid-19.
“31 orang di antara mereka adalah merupakan tenaga medis yang bertugas di Gunungkidul,” kata Dewi kepada wartawan, Senin (18/5/2020).
Menurut dia, hasil tes cepat reaktif ini sudah ditindaklanjuti dengan pengambilan swab. Tes swab dilakukan untuk memastikan apakah warga terinfeksi Corona atau tidak. “Hasilnya sudah ada yang keluar. Untuk tim medis, sembilan orang dinyatakan negatif. Sedangkan sisanya masih dalam proses pengujian,” katanya.
Dewi mengatakan data pasien positif Corona ada perubahan. Awalnya di Gunungkidul ada 29 kasus, tetapi diubah karena satu pasien merupakan warga asli dari Sleman sehingga kembalikan ke tempat asal. “Jadi hanya ada 28 kasus,” katanya.
Total hingga saat ini masih ada empat pasien positif Covid-19 yang diopname. Adapun pasien yang dinyatakan sembuh ada 23 orang. “Untuk satu pasien meninggal dunia,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tetap di peringkat kedua dunia usai menjuarai China Open 2026 dan mempertahankan gelarnya.
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Belanja masyarakat RI masih tumbuh, tetapi tingkat tabungan melemah dan penggunaan pinjol, kartu kredit, serta paylater terus meningkat.
KPK menyebut peluang pemanggilan Perry Warjiyo dalam kasus CSR BI dan OJK bergantung pada kebutuhan penyidik dalam mengungkap perkara.
Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI) secara resmi meresmikan At Thohir Vidya Loka