Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengumumkan perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 di Kantor Gubernur DIY, Rabu (27/5/2020)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Daerah (Pemda) DIY akan menerapkan tata kehidupan baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19 paling cepat Juli 2020.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan persiapan menuju new normal dilakukan dengan memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 hingga 30 Juni 2020. Menurut dia, new normal paling cepat bisa diterapkan pada Juli mendatang. Saat ini, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY dan pemerintah kabupaten serta kota tengah menyusun sejumlah prosedur standar di setiap bidang dan subbidang.
"Misal bidang ekonomi, ada sub bidang pariwisata, hotel dan lainnya. Intinya bagaimana masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, cuci tangan, mengantongi hand sanitizer, hindari berkerumun dan pegang gagang eskalator,” ujarnya, Rabu (27/5/2020).
Pada akhir Juni nanti, Pemda DIY akan melihat perkembangan di masyarakat, apakah warga sudah bisa mematuhi protokol kesehatan atau belum.
“Jika dirasa sudah siap, maka Juli akan diterapkan new normal,” kata dia.
Status masa tanggap darurat Covid-19 di DIY yang semula berakhir pada Jumat (29/5/2020) lusa menjadi Selasa (30/6/2020) akhir bulan depan. Keputusan ini diambil karena kasus Corona belum menurun.
Perpanjangan masa tanggap darurat ini diputuskan atas kesepakatan dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) DIY serta pemerintah kabupaten dan kota di Kantor Gubernur DIY, pada Rabu (27/5/2020).
Baskara Aji mengatakan perpanjangan juga mempertimbangkan keputusan presiden yang menyatakan pandemi covid-19 tidak ada batas waktunya dan perlu ditinjau ulang jika kondisi sudah membaik.
“Kami melihat kondisi kesehatan masyarakat, bahwa penularan Covid-19 masih berlangsung di DIY. Meski dalam dua hari terakhir zero case, tetapi kami tidak bisa memastikan ke depan apakah bisa tetap zero case. Makanya masih perlu dasar regulasi tanggap darurat,” ujarnya.
Dalam keputusan perpanjangan tanggap darurat ini kata dia, Pemda DIY, kabupaten, dan kota tidak hanya bicara masalah kesehatan, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi.
“Pemberian bantuan sosial baik dalam bentuk uang tunai maupun sembako masih berlangsung pada Juni,” kata dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, mengaatkan perpanjangan tanggap darurat ini akan memudahkan berbagai prosedur yang perlu dilakukan pemerintah daerah dan instansi kesehatan.
"Semisal pengadaan APD, jaminan hidup, obat dan berbagai keperluan penganggulangan Covid-19 bisa dilakukan cepat tanpa prosedur pelelangan," katanya.
Anggaran Covid-19, kata dia, juga bisa menggunakan biaya tidak terduga yang direlokasi dari berbagai instansi di DIY. Ia meminta dalam masa perpanjangan ini, Pemda meningkatkan fasilitas pelayanan. “Tenaga kesehatan harus lebih diperhatikan keamanan sekaligus kesejahteraannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pesawat Cassa TNI AU tergelincir di runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin pada Selasa, 25 Agustus 2026.
LPSK memberikan pelindungan kepada FH, saksi kasus Febrie Adriansyah, karena menilai ada potensi ancaman meski belum nyata.
Penonton Solo dan Yogyakarta menjadi salah satu saksi pertama kemegahan film Operasi Pesta Copet, yang menjalani proses syuting di tengah festival musik
UMKM Banyumas Raya mencatat potensi ekspor US$26.000 atau sekitar Rp460 juta melalui business matching KKI 2026.
Wabup Kulonprogo mengecek tukang becak yang masuk desil 9. Data kemiskinan dievaluasi agar bantuan dan akses pendidikan tepat sasaran.