CFD Gunungkidul Pindah ke Jalan Agus Salim, Ini Alasannya
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
Dua nelayan di Pantai Ngandong, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, merapikan jaring yang digunakan untuk menangkap ikan, Kamis (13/2/2020)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Wacana pembukaan objek wisata di Gunungkidul mulai menyeruak seiring adanya kebijakan new normal dari Pemerintah Pusat. Meski demikian, Bupati Gunungkidul, Badingah, belum bisa memastikan karena pembukaan sangat tergantung dengan kebijakan dari Pemerintah DIY. “Kami tunggu kebijakan dari Gubernur terkait dengan pembukaan objek wisata,” kata Badingah, Rabu (27/5/2020).
Menurut dia, pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak akibat pandemi Corona. Praktis sejak adanya penyebaran, aktivitas pariwisata di Bumi Handayani berhenti total. “Sudah hampir tiga bulan para pelaku wisata menutup usaha karena Corona,” katanya.
Badingah tidak memungkiri saat ini ada wacana membuka objek wisata. Rapat koordinasi antara Pemkab dan Pemda DIY mulai dilakukan, tetapi untuk kepastian belum bisa menentukan. “Kami tunggu perkembangan lebih lanjut. Yang jelas, Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Gunungkidul sudah berkoordinasi dengan Pemda DIY,” katanya.
Meski nantinya dibuka, Badingah mengingatkan bahwa ancaman penyebaran Corona masih sangat tinggi. Oleh karena itu, protokol kesehatan untuk pencegahan harus benar-benar diterapkan di setiap objek wisata. “Protokol kesehatan harus dilaksanakan agar tidak memicu penularan Corona,” katanya.
Untuk pembukaan objek wisata, pengelola, menurut Badingah, harus melakukan berbagai persiapan, salah satunya untuk penerapan protokol kesehatan di sekitar objek wisata. “Semua juga harus dipersiapkan dengan baik,” katanya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan total hingga saat ini ada 7.005 pelaku wisata di Gunungkidul yang terkena dampak penyebaran Corona. Para pelaku wisata ini tidak bisa menjalankan usahanya karena adanya penutupan objek wisata. “Sudah ada bantuan yang disalurkan,” katanya.
Menurut dia, untuk saat ini pelaku wisata masih diminta bersabar karena hingga sekarang masih mengacu pada maklumat Kapolri untuk pencegahan penyebaran Corona. “Kami tunggu perkembangannya dan mudah-mudahan wabah bisa segera berakhir sehingga keadaan bisa pulih kembali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.
UGM menyiapkan penonaktifan sementara 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO di Fakultas Teknik selama 1,5 bulan.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.