Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Seorang anak menyimak pembelajaran yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 720 episode untuk penayangan Belajar dari Rumah selama 90 hari untuk PAUD hingga SMA melalui TVRI. /ANTARA FOTO-Saiful Bahri
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mengkaji memperpanjang program belajar dari rumah (BDR). Program ini dijalankan sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Gunungkidul, Kisworo, mengatakan program BDR sudah diterapkan sejak akhir Maret lalu hingga sekarang. Menurut dia, program ini segera berakhir, namun ada peluang untuk diperpanjang lagi sesuai dengan kondisi penyebaran Covid-19 di Bumi Handayani. “Sudah beberapa kali diperpanjang, tetapi kalau situasinya belum kondusif maka BDR bisa diperpanjang lagi,” katanya kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).
Menurut dia, untuk perpanjangan Disdikpora mulai melakukan kajian. Keputusan resmi untuk memperpanjang BDR masih menunggu surat edaran (SE) dari Bupati Gunungkidul. “Saat ini yang sudah terbit SE Gubernur DIY terkait dengan masa tanggap darurat Covid-19 yang diperpanjang selama satu bulan,” katanya.
Dijelaskan Kisworo, rencana perpanjangan BDR sudah disampaikan Kepala Disdikpora Gunungkidul. Menurut dia, sesuai agenda di kalender akademik, Juni ini para pelajar bersiap mengikuti ujian kenaikan kelas. “Tidak ada ujian dan diganti dengan tugas sesuai dengan proses belajar di rumah,” katanya.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan penyebaran Corona berdampak terhadap proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pasalnya, kegiatan tatap muka langsung tidak bisa dijalankan dan diganti dengan BDR.
Untuk BDR dilakukan secara online dengan cara guru memberikan tugas kepada siswa. Meski demikian, ia mengakui tetap ada kendala dalam pelaksanaannya karena tidak bisa maksimal seperti halnya model tatap muka. Kendala seperti sinyal telepon seluler yang sudah diperoleh membuat para guru harus mendatangi rumah siswa. “Tetapi BDR juga ada sisi positifnya karena sudah sesuai tujuan pencegahan Corona, yakni para siswa banyak berada di rumah,” katanya.
Ditambahkan Bahron, meski ada kendala dalam proses belajar mengajar, agenda umum pendidikan tetap berjalan biasa. Sebagai contoh rencananya pada awal Juni akan mengumumkan kelulusan tingkat SD dan SMP. “Kami juga mulai mempersiapkan untuk proses penerimaan siswa didik baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Stasiun Tugu Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Tiga orang yang disebut anggota OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.