Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sejumlah PKL di sisi barat Malioboro kembali berjualan, Rabu (3/6/2020).-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Hampir tiga bulan tidak berjualan, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Malioboro kembali aktif. Kendati masih sedikit pengunjung di Malioboro, PKL yang telah berjualan diwajibkan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.
Ketua Paguyuban PKL Malioboro-Ahmad Yani (Pemalni), Slamet Santosa, menuturkan pihaknya mulai memperbolehkan PKL kembali berjualan pada Minggu (31/5/2020) lalu. Kesehatan. “Berdasarkan hasil rapat dengan Dinas Pariwisata dan Satpol PP, agar perekonomian bergerak,” ujarnya, Rabu (3/6/2020).
Covid-19 kata dia, bisa saja berlangsung lama, sementara perekonomian harus tetap bergerak. Maka ia pun memperbolehkan PKL kembali berjualan dengan menerapkan protokol Kesehatan, diantaranya memakai masker, membawa hand sanitizer, menyediakan tempat cuci tangan dan mengatur jarak pedagang dan pembeli.
Ia meminta PKL untuk mematuhi protokol Kesehatan. Jika terdapat PKL yang tidak mematuhi, pihaknya akan memberi teguran. “Anggota yang tidak patuh akan ditegur, semisal tidak memakai masker, kami tegur untuk memakai masker, sediakan tempat cuci tangan dan sebagainya,” katanya.
Untuk memperkuat penrapan protokol Kesehatan, pihaknya juga bekerja sama dengan Satpol PP dan Polri agar menjaga pintu masuk Kawasan Malioboro dan tempat parkir Abu Bakar Ali. “Disiapkan petugas untuk mengecek suhu tubuh. Kalau ada pengunjung yang suhunya 38 derajat disarankan dibawa ke pos Dinas Kesehatan yang sudah disiapkan,” katanya.
Dari 450 PKL anggota Pemalni, PKL yang telah kembali berjualan yakni sekitar 20 PKL. Karena new normal masih belum diterapkan dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih berlaku di sejumlah daerah, pengunjung Malioboro pun masih sangat sedikti.
Sejak pertengahan Maret lalu, ia telah mengimbau anggotanya untuk berhenti berjualan sementara. Meski berjualan di Malioboro merupakan aktivitas ekonomi utama bagi para PKL, pihaknya menekankan untuk lebih memprioritaskan masalah Kesehatan. “Ekonomi memang penting tapi kita imbau untuk tahan dulu. Setelah itu kita pantau terus perkembangan covid-19,” ungkapnya.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan pihaknya tidak pernah menutup Malioboro. Adanya penutupan merupakan kesadaran para PKL sendiri. Dengan mulai berjualan kembali, ia menyerahkan penerapan protokol Kesehatan kepada paguyuban.
Menurutnya, yang paling urgen untuk disediakan para PKL adalah air bersih untuk cuci tangan. Ia melihat selama ini di Malioboro minim ketersediaan air. “Bisa disediakan menggunakan gentong. Kalau ada PKL yang tidak menerapkan protokol bisa ditutup sementara,”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Elkan Baggott resmi masuk skuad Millwall untuk Championship 2026/2027. Bek Timnas Indonesia akan mengenakan nomor punggung 12 usai direkrut dari Ipswich Town.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan Marc Marquez dan Ducati masih menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar MotoGP 2026 meski Jorge Martin memimpin k
Media Vietnam Soha menyoroti kemerosotan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia usai meninggalkan Eropa. Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, hingga Marselino
Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk FYP (For Your People) di TBY, Kota Jogja, yang telah dibuka pada Jumat (14/8/2026) sore hingga 23 Agustus mendatang
Harga tiket pesawat ke Jepang diprediksi lebih murah mulai September 2026. ANA dan JAL turunkan biaya tambahan bahan bakar jadi Rp3,69 juta, lebih hemat Rp1,4 j