Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Tuwuh, 60, membenahi tali kekang kuda pada andong milikinya di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA-- Sejumlah penyesuaian masih terus dilakukan berbagai elemen di kawasan Malioboro. Kali ini giliran becak dan andong berbenah terapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Ketua Paguyuban Andong DIY, Purwanto mengatakan sebagian para kusir andong kawasan Malioboro saat ini sudah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Adapun aspek yang diterapkan meliputi masker, face shield, membawa hand sanitizer, dan membuat sekat pembatas antara penumpang dan kusir. "Kamis pekan lalu diperintahkan, sehari kemudian di hari Jumat sudah diterapkan," ujarnya, Kamis (18/6/2020).
Dijelaskan Purwanto penyediaan berbagi fasilitas untuk menerapkan protokol kesehatan merupakan murni swadaya dari para kusir. Purwanto memang tidak mewajibkan segara spesifik bahan sekat pembatas, melainkan sesuai kemampuan masing kusir. "Ada yang pakai akrilik, ada yang pakai mika, ada yang plastik," ujarnya.
Masing-masing bahan sekat pembatas memiliki variasi harga yang berbeda. Bahan akrilik dijelaskan Purwanto memiliki harga yang paling mahal yakni kisaran Rp250.000 per andong. "Sementara bahan mika sekitar Rp125.000 sedangkan bahan plastik lebih murah," ujarnya.
Baca juga: Penelitian: Paru-Paru Ditemukan Kelainan, OTG Corona Bukan Berarti Bebas Infeksi
"Semua andong mulai Minggu [pekan depan] kalau tidak menerapkan protokol kesehatan itu akan disuruh keluar dari Malioboro," jelasnya.
Menurut penuturan Purwanto, jumlah andong yang beroperasi di Malioboro terbilang masih sedikit. Dikatakannya, jumlah andong mendekati lebaran lalu sekitar 10 saja. "Kalau sekarang yang beroperasi ya sekitar segitu," terangnya. Jumlah tersebut tergolong sangat sedikit bila dibandingkan dengan jumlah andong sekitar 387 armada.
Baca juga: 9 Warga Gunungkidul yang Terinfeksi Corona Masih Dirawat di Rumah Sakit
Diakui Purwanto, jumlah penumpang saat ini masih sepi. "Paling satu dua penumpang saja, presentasinya masih kecil sekali" ujarnya.
Terkait pembatasan kapasitas penumpang, Purwanto mengatakan hal itu sulit diterapkan. Menurutnya, mayoritas penumpang andong adalah rombongan keluarga berbeda dengan bis yang penumpangnya orang-orang lain. "Kalau satu keluarga kan di rumah juga kumpul bareng," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.