Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Asprilla Dwi Adha
Harianjogja.com, JOGJA-Proses sosialisasi tol trase Jogja-Bawen telah dimulai Rabu (8/7/2020) dengan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan perwakilan Kepala Desa di kantor Bupati Sleman. Tim Persiapan pun mulai bekerja selama 130 hari kerja.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY yang juga bertindak sebagai Sekretaris Tim PersiapanTol Trase Jogja-Bawen, Krido Suprayitno, menuturkan terdapat tujuh desa di tiga Kecamatan yang terlewati trase Jogja-Bawen.
“Kecamatan Mlati meliputi satu desa, yakni Tirtoadi. Kecamatan Sayegan tiga desa, Margokaton, Margomulyo dan Margodadi. Lalu Kecamatan Tempel juga tiga desa, banyurejo, Tambakrejo dan Sumberejo,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Rabu (8/7/2020).
Trase ini memiliki Panjang 7,6 Km, dengan luas 46,6 Ha. Adapun sawah eksisting yang terdampak seluas 31,19 Ha, yang bukan termasuk Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Sepanjang 6 Km tol dibangun di atas selokan Mataram. “Elevate di atas selokan, tapi ada sedikit yang di bawah dengan pertimbangan ekologi, di situ ada sumber air,” ungkapnya.
Dalam 130 hari kerja oleh Tim Persiapan tersebut, juga dilakukan konsultasi publik, dimana yang diundang khusus pemilik sah lahan. Output dari konsultasi publik yakni berita acara persetujuan pemilik lahan dan pemberkasan berupa fotokopi KTP, bukti kepemilikan tanah dan KK.
Dalam sosialisasi dan konsultasi publik, pihaknya menggunakan strategi yang sama dengan trase Jogja-Solo, yakni dengan melibatkan unsur pemangku wilayah untuk penguasaan wilayah dan personal. Setelah selesai, Izin Penetapan Lokasi (IPL) terbit pada Desember mendatang.
Sementara IPL trase Jogja-Solo telah terbit, sehingga langkah selanjutnya yakni pemasangan patok, yang ia targetkan dimulai pada minggu pertama Agustus mendatang. Pemasangan patok dimulai dari wilayah paling timur, yakni Taman Martani, kemudian ke Kecamatan Depok dan Mlati.
IPL trase Jogja-Solo berakhir di Tirtoadi. Desa di Kecamatan Mlati ini dilewati oleh dua trase sekaligus, Jogja-Solo dan Jogja-Bawen. Di Tirtoadi juga dibangun Jembatan Junction tempat bertemunya kedua trase, dengan menempati lebih dari 100 bidang tanah.
Sementara pembebasan lahan di kedua trase ini ditargetkan selesai dua tahun setelah IPL terbit. “Untuk pembebasan lahan, maksimal dua tahun setelah terbitnya IPL baik trase Jogja-Solo maupun Jogja-Bawen,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Sebanyak 1.021 warga Sleman gagal donor darah awal 2026, mayoritas karena Hb rendah. PMI pastikan stok aman.
Keributan misa GMS Bantul dipicu izin belum lengkap. Polisi mediasi kedua pihak, situasi kini kondusif dan tetap jaga toleransi.
Tawuran remaja di Magelang dipicu tantangan Instagram. Dua pelajar luka parah, lima pelaku diamankan polisi.
Polemik GMS Bantul berujung kesepakatan. Ibadah tetap boleh, namun wajib lengkapi izin. Polisi siap tindak pelaku intimidasi.
Survei Abacus Data: 80% warga Kanada nilai AS di jalur salah. Faktor Trump dan kondisi global jadi pemicu kekhawatiran.