Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis perkiraan potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satu wilayah yang terdampak adalah DIY.
Melalui sebuah thread di twitter resmi BMKG yakni @Humas_BMKG, disebutkan bahwa berdasarkan hasil monitoring kejadian hari kering berturut-turut dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian, terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis hingga dua dasarian ke depan dengan status waspada hingga awas.
Baca juga: Polisi di Jogja Jadi Viral Setelah Gunakan Selang Bantu Pemotor yang Kehabisan BBM, Ini Videonya
Dari hasil monitoring tersebut, wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori waspada yakni Bali (Denpasar), Jabar (Cianjur, Cirebon), Jateng (Demak, Karanganyar), Jatim (Blitar, Gresik, Jember, Surabaya, Lumajang, Mojokerto, Ponorogo, Probolinggo, Trenggalek), Maluku (Maluku Barat Daya, Kep. Tanimbar), NTB (Lombok Barat, Lombok Utara, NTT (Alor, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sumba Barat, Sumba Tengah, Timor Tengah Utara).
Sementara wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori Siaga adalah Bali (Buleleng), DIY (Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta, Kulonprogo, Sleman), Jateng (Jepara, Klaten, Purworejo, Sragen, Sukoharjo, Wonogiri), Jatim (Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pamekasan, Pasuruan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo).
Baca juga: Pengguna Narkoba di DIY Terbanyak Kelima di Indonesia
NTB (Dompu, Bima, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat) serta NTT (Belu, Ende, Flores Timur, Kupang, Lembata, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sikka,Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan).
Adapun wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori Awas adalah Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kota Kupang.
BMKG mengimbau masyarakat serta pemerintah daerah setempat yang wilayah berada dalam daftar tersebut mengantisipasi dampak kekeringan ini terhadap sektor pertanian, yaitu berkurangnya pasokan air pada lahan pertanian.
Di samping itu, pada sektor lingkungan, yaitu meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan dan berkurangnya sumber air untuk kebutuhan rumah tangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m