Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ratusan ribu penduduk Gunungkidul mulai terkena dampak kekeringan. BPBD sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan siaga darurat kekeringan sudah ditetapkan sejak akhir Mei lalu dan tidak ada batasan waktu. Status ini bisa ditingkatkan menjadi darurat apabila kekeringan semakin parah dan cakupan yang terdampak meluas.
BACA JUGA: UGM: Otoritas Kesehatan Perlu Terlibat untuk Pastikan Bioskop Layak atau Tidak
“Kalau semakin parah bisa menjadi darurat kekeringan. Pada saat status ini [darurat kekeringan] berlaku, maka BPBD bisa mengakses anggaran belanja tidak terduga milik pemkab,” kata Edy kepada Harian Jogja, Rabu (15/7/2020).
Status akan dievaluasi tergantung kebutuhan. “Lihat dulu pada saat puncak kemarau yang diperkirakan datang mulai akhir Agustus mendatang,” ungkapnya.
BACA JUGA: Polisi di Jogja Jadi Viral Setelah Gunakan Selang Bantu Pemotor yang Kehabisan BBM, Ini Videonya
Saat ini sudah ada 101.181 warga yang mulai terdampak kekeringan. Jumlah ini merupakan akumlasi dari enam kapanewon meliputi Rongkop, Girisubo, Tepus, Paliyan, Saptosari dan Semanu. “Ini masih sementara karena kecamatan lain belum melaporkan. Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pada saat puncak kemarau maka warga terdampak akan lebih banyak lagi,” katanya.
Jawatan Sosial Kapanewon Tepus Joko Santoso mengatakan anggaran droping air tahun ini di kecamatan tersebut sekitar Rp106 juta. Bantuan air bersih mulai disalurkan sejak akhir Juni lalu di tiga kalurahan meliputi, Purwodadi, Tepus dan Sidoharjo. “Untuk Juni sudah kami salurkan sebanyak 56 tangki. Rencananya di akhir Juli jumlah yang disalurkan mencapai 213 tangki,” kata Joko.
BACA JUGA: Pemda Pastikan Siswa di DIY Bakal Kembali Belajar di Sekolah, Tapi Beda dari Sebelumnya
Proses penyaluran bantuan air bersih berbeda dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Mulai 2020 penyaluran harus menggandeng pihak ketiga. “Sudah kami konsultasikan dengan bagian pengadaan dan ditentukan harga per tangkinya Rp150.000,” katanya.
Anggaran sebesar Rp106 juta bisa untuk menyalurkan bantuan hingga akhir Oktober. Selain melakukan penyaluran mandiri, Joko mengakui juga ada bantuan dari BPBD Gunungkidul. Rencananya bantuan tersebut akan disalurkan ke Kalurahan Giripanggung dan Sumberwungu.
“Saat kemarau wilayah Tepus langganan kekeringan sehingga warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
ASDP Ketapang mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan sepanjang 8,5 km di Pelabuhan Ketapang.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg dalam APBN 2027 turun Rp11,4 triliun dari usulan awal menjadi Rp261,5 triliun.
Prabowo menemui Megawati di Teuku Umar untuk takziah Guruh Soekarnoputra. Keduanya juga berbincang soal bangsa dan negara.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita