Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ratusan ribu penduduk Gunungkidul mulai terkena dampak kekeringan. BPBD sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan siaga darurat kekeringan sudah ditetapkan sejak akhir Mei lalu dan tidak ada batasan waktu. Status ini bisa ditingkatkan menjadi darurat apabila kekeringan semakin parah dan cakupan yang terdampak meluas.
BACA JUGA: UGM: Otoritas Kesehatan Perlu Terlibat untuk Pastikan Bioskop Layak atau Tidak
“Kalau semakin parah bisa menjadi darurat kekeringan. Pada saat status ini [darurat kekeringan] berlaku, maka BPBD bisa mengakses anggaran belanja tidak terduga milik pemkab,” kata Edy kepada Harian Jogja, Rabu (15/7/2020).
Status akan dievaluasi tergantung kebutuhan. “Lihat dulu pada saat puncak kemarau yang diperkirakan datang mulai akhir Agustus mendatang,” ungkapnya.
BACA JUGA: Polisi di Jogja Jadi Viral Setelah Gunakan Selang Bantu Pemotor yang Kehabisan BBM, Ini Videonya
Saat ini sudah ada 101.181 warga yang mulai terdampak kekeringan. Jumlah ini merupakan akumlasi dari enam kapanewon meliputi Rongkop, Girisubo, Tepus, Paliyan, Saptosari dan Semanu. “Ini masih sementara karena kecamatan lain belum melaporkan. Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pada saat puncak kemarau maka warga terdampak akan lebih banyak lagi,” katanya.
Jawatan Sosial Kapanewon Tepus Joko Santoso mengatakan anggaran droping air tahun ini di kecamatan tersebut sekitar Rp106 juta. Bantuan air bersih mulai disalurkan sejak akhir Juni lalu di tiga kalurahan meliputi, Purwodadi, Tepus dan Sidoharjo. “Untuk Juni sudah kami salurkan sebanyak 56 tangki. Rencananya di akhir Juli jumlah yang disalurkan mencapai 213 tangki,” kata Joko.
BACA JUGA: Pemda Pastikan Siswa di DIY Bakal Kembali Belajar di Sekolah, Tapi Beda dari Sebelumnya
Proses penyaluran bantuan air bersih berbeda dengan pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya. Mulai 2020 penyaluran harus menggandeng pihak ketiga. “Sudah kami konsultasikan dengan bagian pengadaan dan ditentukan harga per tangkinya Rp150.000,” katanya.
Anggaran sebesar Rp106 juta bisa untuk menyalurkan bantuan hingga akhir Oktober. Selain melakukan penyaluran mandiri, Joko mengakui juga ada bantuan dari BPBD Gunungkidul. Rencananya bantuan tersebut akan disalurkan ke Kalurahan Giripanggung dan Sumberwungu.
“Saat kemarau wilayah Tepus langganan kekeringan sehingga warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.