Alasan Siswa Sekolah Rakyat dari Gunungkidul Belajar di Sleman-Bantul
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Ilustrasi pilkada-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--DPD Golkar Gunungkidul dan DPC PKB Gunungkidul serius untuk mengusung bakal pasangan calon Mayor Sunaryanto-Heri Susanto dalam pilkada tahun ini. Kesepakatan itu dituangkan dalam surat pernyataan kesepakatan gabungan partai politik dalam pencalonan bupati dan wakil bupati yang ditandatangani Kamis (16/7/2020) lalu.
Ketua DPC PKB Gunungkidul, Sutiyo mengatakan, pihaknya sudah siap mengusung calon untuk pilkada. Namun demikian, partainya tidak bisa mengusung calon sendiri sehingga memutuskan berkoalisi dengan Partai Golkar. “Sudah ada kesepakatan untuk mengusung calon bersama,” kata Sutiyo kepada Harianjogja.com, Kamis (23/7/2020).
Ia mengungkapkan calon yang diusung adalah pasangan Mayor Sunaryanto dengan pengawai di lingkup Kementerian Pertanian asal Kapanewon Ponjong, Heri Susanto. Menurut dia, untuk saat ini partainya masih menunggu rekomendasi dari DPP. “Masih proses dan kami mantab maju bersama Golkar,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho. Menurut dia, urusan koalisi untuk pilkada tidak masalah karena dengan PKB telah sepakat mengusung calon bersama. “Sudah pasti karena sudah ada tanda tangan hitam di atas putih untuk berkoalisi bersama,” katanya.
Heri mengungkapkan pemilihan calon yang diusung memiliki jalan berliku, khususnya untuk calon wakil bupati. Pasalnya, pada saat awal Mayor Sunaryanto akan dipasangkan dengan kader Golkar Martanti Soenar Dewi yang aktif di pengurusan DPD Jawa Timur. Meski demikian, komunikasi tidak berjalan lancar sehingga dipilihlah pengganti, yakni Heri Susanto. “Ada kesamaan karena keduanya berasal dari Ponjong,” kata Wakil Ketua DPRD Gunungkidul ini.
Menurut dia, peresmian mendukung pasangan ini tinggal menunggu rekomendasi dari DPP. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa turun,” katanya.
Masih Digoyang
Meski telah ada kesepakatan bersama antara Golkar dengan PKB untuk mengusung calon bersama, namun suara dari PKB masih diincar oleh Bapaslon Sutrisna Wibawa dengan Mahmud Ardi Widanto. Hal ini tidak lepas belum turunnya rekomendasi dari DPP sehingga semua kemungkinan masih bisa terjadi.
Bakal Calon Wakil Bupati Mahmud Ardi Widanto mengatakan, pihaknya masih terbuka untuk berkoalisi dalam pilkada. Salah satunya dengan PKB yang hingga sekarang belum ada rekomendasi resmi dari DPP. Terlebih lagi dari sisi relasi, Rektor UNY Sutrisna Wibawa memiliki kedekatan dengan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar yang merupakan salah satu kader dari PKB. “Jadi semua masih mungkin dan kalau PKB mau bergabung, maka kami terima,” katanya.
Meski demikian, lanjut Ardi, apabila PKB tidak jadi bergabung juga bukan jadi suatu masalah. hal ini dikarenakan koalisi yang dibangun sudah mencukupi untuk mengusung calon sendiri. “Kita sudah dapatkan rekomendasi dari PAN, PKS dan Demokrat. Sedangkan untuk Gerindra tinggal menunggu saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.