8 SPPG di Gunungkidul Belum Beroperasi, Ribuan Siswa Tunggu MBG
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI—KPU Gunungkidul menemukan 10.433 calon pemilih pilkada yang bermasalah. Jumlah ini masih bisa bertambah karena pemutakhiran data pemilih masih berlangsung hingga 13 Agustus mendatang.
Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih, ada 609.701 jiwa yang harus diverifikasi. Jumlah ini mengacu pada Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) yang diserahkan oleh KPU RI.
Ia menjelaskan 48,59% dari data tersebut, hingga Jumat (25/7/2020) pagi sudah diverifikasi oleh petugas coklit. Dari jumlah ini, ditemukan sebanya 10.433 calon pemilih yang bermasalah.
BACA JUGA: Kasus di DIY Kian Banyak, Tanda Gunung Es Covid-19 Mulai Terkikis
Meski demikian, Hani belum bisa merinci berkaitan dengan calon pemilih yang dinyatakan tidak memenuhi syarat karena data masih berada di tingkat PPS. Secara umum, lanjut dia, data yang bermasalah disebabkan calon pemilih meninggal dunia, pindah domisili ke luar daerah, atau menjadi anggota TNI maupun Polri. “Nanti pada saat rekap selesai akan diketahui kenapa penyebab calon pemilih dinyatakan tidak memenuhi syarat,” kata Hani kepada Harianjogja.com.
Ia memastikan daftar calon pemilih yang bermasalah masih bisa bertambah karena proses coklit masib berlangsung hingga semua data berhasil diverifikasi. “Rentang waktu coklit dilaksanakan hingga 13 Agustus. Jadi, potensi bertambah masih sangat mungkin,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kecewa PDIP Pilih Gibran, Ini Curhat Blak-blakan Hadi Rudyatmo
Anggota KPU Gunungkidul, Asih Nuryanti, mengatakan dalam pelaksanaan pemutakhiran data pemilih, petugas coklit dilengkapi dengan alat perlindungan diri guna mencegah penyebaran corona. “Bekal APD yang dibawa di antaranya masker, sarung tangan, handsanitizer hingga pelindung wajah,” katanya.
Asih menuturkan, petugas yang diterjunkan untuk coklit sebanyak 1.907. Sebelum bertugas, petugas coklit juga sudah melaksanakan rapid test dan hasilnya non reaktif semuanya. “Pengetesan dilakukan sebagai antisipasi penyebaran Corona,” tuturnya.
Asih pun optimistis proses coklit bisa selesai tepat waktu. Nantinya hasil verifikasi ini akan ditetapkan sebagai daftar pemilih sementara pilkada. “Prosesnya masih panjang dan pemutakhiran data pemilih akan terus dilakukan. Nantinya pada saat pengumuman daftar pemilih, kami juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menanggapi terhadap hasil yang ditetapkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
China menghadapi tekanan menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 setelah gagal menempatkan wakil putra di final China Open 2026.
Bank Jateng Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pondok pesantren
Rupiah melemah ke Rp18.060 per dolar AS pada perdagangan Selasa 28 Juli 2026. Investor mencermati sentimen domestik dan perkembangan kebijakan global yang memen
Mitchell Baker cetak hattrick di debut Timnas Indonesia vs Kamboja. Media Vietnam juluki 'Pembunuh Kotak Penalti' dan 'permata mentah'.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.