Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Meningkatnya jumlah pasien positif Corona di DIY akhir-akhir ini adalah tanda mulai terkikisnya gunung es penyebaran Covid-19.
Epidemolog UGM, Riris Andono Ahmad, mengatakan peningkatan penemuan kasus per hari dalam beberapa waktu terakhir kemungkinan besar adalah efek dari banyaknya pemeriksaan sehingga tidak bisa langsung disimpulkan sebagai munculnya gelombang kedua penularan Covid.
“Belum tentu [gelombang Covid-19 kedua]. Bisa jadi peningkatan kasus karena semakin banyaknya jumlah sampel yang diperiksa setiap hari, sehingga penemuan semakin banyak juga,” ujar Doni, sapaan akrab Riris Andono Ahmad kepada Harian Jogja, Kamis (23/7/2020).
BACA JUGA: Kecewa PDIP Pilih Gibran, Ini Curhat Blak-blakan Hadi Rudyatmo
Pendapat senada disampaikan Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL PP), Irene. Dia memaklumi semakin banyaknya kasus Covid-19 yang ditemukan saat ini. Sebab, pemeriksaan semakin masif dan kasus-kasus yang tak kelihatan seperti gunung es mulai terkuak.
“Semisal dulu diperiksa 10 kasus positifnya satu, sekarang yang diperiksa 100 kasus positifnya 10. Wajar," ungkapnya.
“Ini artinya kita sedang mengikis fenomena gunung es, kita menemukan kasus secara dini.”.
BACA JUGA: Kecewa Hasil Rekomendasi Pilkada 2020, Pengurus PDIP Gunungkidul Mundur
Penemuan kasus lebih dini, kata Irene, justru merupakan perkembangan bagus karena bisa menghindarkan pasien dari gejala yang lebih berat bahkan kematian. Biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak karena pasien lebih cepat sembuh.
BBTKL PP, kata dia, saat ini bisa menyelesaikan 8-10 bach per hari dengan jumlah pemeriksaan 900-1.000 sampel dari DIY dan Jawa Tengah. "Kapasitas tadinya cuma 300 sampel. Pemda Jateng dan DIY membantu kami menyediakan reagen dan BHP [bahan habis pakai]," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
BGN mengungkap dugaan insiden MBG di Karo akibat ikan tak disimpan di freezer hingga 12 jam. Keamanan pangan akan diperketat.
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
Pendaki 16 tahun asal Brebes, M. Fahri Maulana, meninggal setelah jatuh ke kawah Gunung Slamet dan dievakuasi lewat jalur Guci.
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 19 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru erupsi Selasa malam. Ibu berstatus Waspada, sedangkan dua lainnya Siaga.