Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Ilustrasi kedelai./Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan terus berupaya mendorong para petani menanam kedelai. Salah satunya dengan program Gerakan Menanam Kedelai.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, produksi kedelai memiliki prospek bisnis yang bagus. Hal ini tidak lepas dari upaya mencukupi kebutuhan bahan baku untuk pembuatan tahu dan tempe.
Meski demikian, penanaman kedelai kurang diminati sehingga area lahan yang ditanam belum bisa optimal seperti tanaman padi. Menurut Bambang, pemkab terus berupaya memberikan dorongan kepada petani untuk menanam kedelai.
Baca Juga: Sudah 13 Tenaga Kesehatan di Gunungkidul yang Terinfeksi Corona
Selain untuk proses diversifikasi pangan agar lahan tetap subur, juga sebagai upaya mencukupi kebutuhan bahan baku industri pangan di Gunungkidul. “Kita terus dorong. Salah satunya melalui gerakan menanam kedelai,” katanya kepada wartawan, Jumat (24/7/2020).
Bambang menjelaskan, gerakan menaman ini tidak hanya dilakukan dengan mengajak petani untuk menanam. Namun, pada pelaksanaannya, para petani juga diikutkan dalam sekolah lapangan tentang Pengendalian Hama Terpadu. Tujuan dari sekolah lapangan ini, petani diajari bagaimana mempraktikan prinsip-prinsip budidaya tanaman kedelai sehat, penggunaan bibit unggul, pemantauan hama penyakit secara rutin hingga pemanfaatan pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk pestisida.
“Untuk sekolah lapangan dilakukan pertemuan 12 kali dalam satu kali masa tanam,” ungkapnya.
Baca Juga: Daya Beli Lesu, Hewan Kurban untuk Iduladha Tahun Ini Diyakini Berkurang
Dia mencontohkan, gerakan menanam kedelai salah satunya dilakukan di Dusun Bogor 2, Playen, melalui kelompok tani Sedyo Makmur. Total lahan yang ditanami kedelai seluas lima hektare. Diharapkan program ini dapat berjalan dengan baik sehingga hasilnya dapat maksimal. “Akan terus diberikan pendampingan melalui sekolah lapangan dengan agenda pertemuan setiap satu minggu sekali,” katanya.
Kepala Balai Proteksi Tanaman Pertanian DIY, Maman Suherman mendukung upaya gerakan menaman kedelai yang digalakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul. Menurut dia, program ini sebagai upaya memenuhi kebutuhan komoditas kedelai di DIY.
Ia mengungkapkan, dalam setahun kebutuhan kedelai di DIY mencapai 67.000 ton. Diharapkan kebutuhan ini bisa dicukupi oleh petani lokal di lima kabupaten dan kotamadya. “Gunungkidul memang jadi pemasok terbesar. Tapi, saya berharap, upaya penanaman bisa terus dilakukan sehingga kebutuhan bisa tercukupi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Jerman kalah 0-1 dari Yunani di UEFA Nations League. Gol Dimitrios Kourbelis membawa Yunani meraih kemenangan bersejarah.
Portugal menang 2-1 atas Norwegia di UEFA Nations League. João Félix dan Gonçalo Ramos mencetak gol, Cristiano Ronaldo dicadangkan.
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026, Senin 28 September: Alwi Farhan hingga empat wakil bulu tangkis berebut tiket final. Cek selengkapnya.
HP Android hilang? Google Find Hub bisa membantu melacak, mengunci, hingga menghapus data perangkat dari jarak jauh.
WNI bisa memanfaatkan bebas visa transit China hingga 240 jam. Simak syarat, durasi tinggal, dan daftar negara yang berlaku pada 2026.