Regulasi Baru Disiapkan untuk Lindungi Petani di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul memprioritaskan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.
Anggota DPR RI Sukamto saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Alfitri di Dusun Surubendo, Bedoyo, Ponjong, Gunungkidul, Selasa (28/7/2020). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Anggota Komisi II DPR RI Sukamto memastikan pilkada serentak 2020 tetap digelar 9 Desember mendatang meski jumlah kasus Covid-19 terus melonjak. Adapun pelaksanaan didalam tahapan akan tetap memperhatikan protokol kesehatan penanggulangan Covid-19.
“Banyak wacana yang beredar terkait dengan pilkada bersamaan dengan pandemi corona, tapi saya tegaskan pelaksanaan 9 Desember sudah final,” kata Sukamto di sela-sela pemberian bantuan pembangunan masjid di Dusun Surubendo, Kalurahan Bedoyo, Ponjong, Gunungkidul, Selasa (28/7/2020).
BACA JUGA : Terdepak dari Pilkada Gunungkidul, Begini Curhat Immawan
Dia menjelaskan, pelaksanaan pilkada tetap 9 Desember telah melalu beberapa pertimbangan. Salah satunya berkaitan dengan penggunaaan anggaran. Untuk saat ini, anggaran pilkada sudah mulai digunakan sehingga tidak memungkinkan ditunda lagi. “Ya kalau ditunda nanti anggarannya bisa berubah lagi. Jadi, harus tetap dijalankan,” katanya.
Untuk penyelenggaraan sendiri, Sukamto mengakui bahwa Komisi II sudah koordinasi dengan KPU RI. Adapun hasilnya penyelenggaraan tahapan tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran corona. “Harus diantisipasi dan sudah ada kesepakatan. Misal, untuk pasien positif, pada saat memilih tidak datang ke TPS, tapi petugaslah yang mendatangi. Sedangak untuk petugas pilkada juga harus dilengkapi dengan alat pelindung diri,” ungka politikus PKB ini.
Di kesempatan ini Sukamto juga menyerahkan bantuan wakaf pembangunan masjid bagi warga Dusun Surubendo. Total anggaran untuk membangun mencapai Rp862 juta dengan rincian Rp50 juta membeli tanah serta sisanya Rp812 juta membangun Masjid Alfitri.
Menurut dia, wakaf yang diberikan berasal dari keluarga sehingga tidak ada motif apapun berkaitan dengan bantuan tersebut. Ia berdalih bantuan merupakan bentuk kepedulian agar masyarakat mudah dalam menjalankan ibadah. “Ini murni bantuan dari keluarga dan tidak ada urusannya sebagai anggota DPR RI,” katanya.
BACA JUGA : Gagal Usung Ipar Jokowi di Pilkada Gunungkidul, Nasdem
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Drajad Ruswandono ikut hadir dalam kegiatan peletakan batu pertama pembangunan masjid di Dusun Surubendo. Ia pun berterimakasih atas bantuan yang diberikan sehingga masyarakat bisa lebih mudah dalam beribadah.
Untuk penyelenggaraan pilkada, Drajad mengakui pemkab berkomitmen penuh mendukung KPU selaku penyelenggara pemilihan. Menurut dia, bentuk dukungan bisa dilihat adanya pemberian hibah dana untuk pilkada untuk KPU maupun Bawaslu Gunungkidul. “Mudah-mudahan pilkada berjalan dengan aman dan lancar mulai dari tahapan awal hingga proses pelantikan kepala daerah terpilih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul memprioritaskan Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani.
PBB mencatat tingkat kelaparan global menurun pada 2025, tetapi target Nol Kelaparan 2030 masih menghadapi berbagai tantangan.
Investasi di Gunungkidul pada semester pertama 2026 mencapai Rp487,66 miliar atau 56,8% dari target investasi tahun ini.
Anggaran perbaikan Jalan Kunduran-Blora direvisi dari Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar. DED pekerjaan pun disesuaikan dengan alokasi terbaru.
Kolaborasi lintas negara tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata bersama masyarakat.
Kejagung menerbitkan sprindik baru untuk Febrie Adriansyah. Peluang pengajuan praperadilan kini menjadi sorotan dalam kasus tersebut.