Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Pasien Covid-19 di DIY yang sudah sembuh sebanyak 382 orang. Pada Kamis (30/7/2020), terdapat 14 pasien yang sembuh.
Mereka yang sudah bebas dari virus Corona meliputi Kasus 323, laki-laki 31 tahun, Sleman; Kasus 345, laki-laki 37 tahun, Sleman; Kasus 363, perempuan 47 tahun, Gunungkidul; Kasus 364, perempuan 27 tahun, Gunungkidul; Kasus 397, perempuan 32 tahun, Kulonprogo; Kasus 399, laki-laki 26 tahun, Kulonprogo; Kasus 441, perempuan 23 tahun, Sleman; Kasus 349, laki-laki 47 tahun, Gunungkidul.
Kemudian Kasus 473, perempuan 24 tahun, Bantul; Kasus 488, perempuan 22 tahun, Sleman; Kasus 415, laki-laki 49 tahun, Bantul; Kasus 518, laki-laki 47 tahun, Kota Jogja; Kasus 519, perempuan 37 tahun, Sleman; Kasus 522, laki-laki 38 tahun, Kulonprogo.
Dengan penambahan ini, 382 pasien di DIY telah sembuh. Sementara, kasus positif kini menyentuh angka 610 setelah 23 pasien diumumkan Kamis ini.
Juru Bicara Pemerintah Daerah DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menuturkan kasus positif Covid-19 dengan riwayat Pendidikan Taruna Akpol ada lima, yakni Kasus 594, 595, 596, 597, dan 598.
Menurut Berty, kasus tersebut berasal dari Akpol Semarang. Taruna sedang libur sehingga pulang ke Jogja. “Dites swab di DIY, ada yang positif. Kemudian dikarantina di salah satu rumah sakit. Semuanya tanpa gejala,” ungkapnya.
Kamis ini, penambahan kasus meliputi Kasus 593, perempuan 54 tahun, Gunungkidul; Kasus 594, laki-laki 18 tahun, Sleman; Kasus 595, laki-laki 19 tahun, Sleman; Kasus 596, laki-laki 22 tahun, Bantul; Kasus 597, laki-laki 22 tahun, Bantul; Kasus 598, laki-laki 21 tahun, Bantul; Kasus 599, laki-laki 10 tahun, Bantul; Kasus 600, laki-laki 75 tahun, Bantul; Kasus 601, laki-laki 21 tahun, Kota Jogja; Kasus 602, perempuan 42 tahun, Bantul; Kasus 603, laki-laki 52 tahun, Bantul; Kasus 604, perempuan 34 tahun, Bantul; Kasus 605, laki-laki 30 tahun, Bantul; Kasus 606, perempuan 48 tahun, SLeman; Kasus 607, perempuan 29 tahun, Gunungkidul; Kasus 608, laki-laki 52 tahun, Sleman; Kasus 609, laki-laki 35 tahun, Bantul; Kasus 610, laki-laki 43 tahun, Kota Jogja; Kasus 611, laki-laki 27 tahun, Kulonprogo; Kasus 612, laki-laki 50 tahun, Sleman; Kasus 613, laki-laki 35 tahun, Sleman; Kasus 614, perempuan 74 tahun, Sleman; Kasus 615, laki-laki 63 tahun, Sleman.
Kasus 593 adalah hasil screening petugas kesehatan, Kasus 594-598 screening Pendidikan Taruna Akpol, Kasus 599 pelaku perjalanan Banten, Kasus 600 screening pra-operasi, Kasus 601 dan 602 dalam penelusuran, Kasus 603 screening karyawan rumah sakit, Kasus 604 dan 605 screening petugas kesehatan, Kasus 607 tracing Kasus 484, Kasus 608 pelaku perjalanan Gorontalo, Kasus 609 screening petugas kesehatan, Kasus 610 tracing Kasus 345, Kasus 311 pelaku perjalanan Bekasi, Kasus 312 bekerja di NTB, Kasus 613 screening pegawai koperasi, Kasus 614 pelaku perjalanan Jakarta, dan Kasus 615 dalam penelusuran. Laporan penambahan kasus ini berdasarkan pemeriksaan pada 924 sampel dari 750 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Jumlah PMI asal Kulonprogo melonjak pada 2026. Hingga pertengahan tahun, sudah 210 warga berangkat bekerja ke luar negeri, mayoritas ke Malaysia.
Produksi smartphone global diproyeksikan turun 16,2% pada 2026 akibat kenaikan harga memori. Konsumen berpotensi menghadapi harga HP lebih mahal.
BBPK Jogja Digilib resmi diluncurkan di Yogyakarta. Perpustakaan digital ini dapat diakses 24 jam oleh ASN, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
BGN menghentikan Program Makan Bergizi Gratis di 76 sekolah di Pulau Jawa. Anggaran dialihkan untuk balita, ibu hamil, dan wilayah 3T.
Prancis menjadi pemilik skuad termahal Piala Dunia 2026 dengan nilai Rp31 triliun. Inggris, Spanyol, dan Portugal menyusul di belakangnya.