Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
Salah satu komunitas yang mengatasnamakan anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser Nahdlatul Ulama (NU) membentangkan spanduk bertuliskan "Aku Wong NU Dukung No-To, Selasa (4/8/2020) malam. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin.
Harianjogja.com, BANTUL--Ratusan orang dari berbagai komunitas yang menamakan diri sukarelawan Sapu Jagat mendeklarasikan diri mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Bantul, Suharsono-Totok Sudarto di kediaman Suharsono di Sewon, Bantul, Selasa (4/8) malam.
Salah satu komunitas yang deklarasi tersebut adalah mengatasnamakan anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser Nahdlatul Ulama (NU) dengan berseragam lengkap. Mereka juga membentangkan spanduk bertuliskan "Aku Wong NU Dukung No-To," bunyi tulisan tersebut. No-To merupakan singkatan dari Suharsono-Totok.
Koordinator Sapu Jagat, Kiai Muhammad Asrofi mengatakan ratusan orang yang deklarasi tersebut terdiri dari berbagai elemen, seperti santri, pedagang kaki lima, pegiat seni, dan beberapa organisasi masyarakat. Elemen tersebut dikuinya sebagian besar adalah warga Nahdlyin-sebutan bagi warga NU tidak berafiliasi dengan partai politik.
BACA JUGA : Abdul Halim Muslih Diklaim Didukung 10 Kiai NU untuk
"Kami warga Nahdliyin yang non struktural," kata Asrofi.
Pengasuh Lembaga Pendidikan Darul Hikmah, Trirenggo, Bantul ini berujar dukungan terhadap No-To murni dari aspirasi di bawah agar pembangunan Bantul terus berjalan dan tidak terputus setelah Pilkada ini.
Ketua Tim Posko Pemenangan No-To, Arif Iskandar mengatakan dukungan warga Nahdliyin menunjukan bahwa Pilkada adalah mencari sosok pemimpin daerah yang tidak ada kaitannya dengan Ormas NU dan Muhammadiyah secara organisasi yang selama ini beredar isu \'pertarungan\' kedua ormas keagamaan.
Menurut dia NU dan Muhammadiyah merupakan ormas keagamaan yang netral yang tidak boleh dibawa-bawa dalam ranah politik praktis. "Pilkada ini mencari pemimpin daerah," ujar Arif.
BACA JUGA : Golkar Ancam Pecat Kader yang Tak Dukung Suharsono
Arif yang juga menjabat sebagai Sekretaris Nasdem ini mengaku warga NU yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang NU (PCNU) Bantul dan sempat menjabat sebagai sekretaria Gerakan Pemuda Ansor dan mantan ketua IPPNU Piyungan.
Adanya deklarasi Sapu Jagat, kata dia, semakin menambah dukungan No-To yang sampai saat ini sudah ada 34 kelompok relawan yang menyatakan dulungannya. Arif juga mengklim dukungan partai bertambah, setelah Gerindra, Nasdem, Golkar, PKS, dan PPP, kini bertambah lagi PBB. Sementara Demokrat dan PAN masih dalam proses komunikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasto Wardoyo meminta sekolah tidak menjadikan seragam sebagai beban orang tua dan memberi toleransi bagi siswa yang belum mampu membeli seragam.
Jelang Muktamar NU ke-35, Majlis Musyawarah Taswirul Afkar membahas arah NU 100 tahun ke depan dan penguatan kemandirian jamiyah.
Polsek Semin mengingatkan bahaya pembakaran lahan saat musim kemarau karena dapat memicu kebakaran dan mengganggu habitat monyet di Gunungkidul.
Libur sekolah membawa lebih dari 200 ribu wisatawan ke Bantul. PAD dari retribusi wisata mencapai Rp2,76 miliar dan okupansi hotel naik menjadi 70 persen.
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.