Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Talkshow Jogja Bangkit Jogja Bisa, Jumat (7/8/2020)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY telah memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 sampai 31 Agustus mendatang. Meski demikian, bukan berarti aktivitas ekonomi masyarakat tidak diperbolehkan. Perekonomian justru didorong agar lebih bergairah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menuturkan pemulihan ekonomi sangat penting karena DIY sudah mengalami kontraksi cukup hebat. “Pemerintah harus menjadi motor penggerak. Hanya dana pemerintah yang bisa segera direalisasikan,” ujarnya dalam talkshow Jogja Bangkit Jogja Bisa bersama Harian Jogja, Jumat (7/8/2020).
Pemda DIY mendorong pemkab dan pemkot membelanjakan anggarannya dalam APBD Perubahan 2020 meski tinggal empat bulan. Hal ini berfungsi untuk memicu berbagai aktivitas ekonomi di masyarakat.
Di sektor riil, Pemda DIY juga menggerakkan pariwisata sebagai pendorong pemulihan ekonomi karena pariwisata memiliki multiplier effect, seperti pada bidang transportasi, kuliner, suvenir, akomodasi, dan lainnya.
Saat libur Iduladha, tingkat okupansi hotel di DIY sudah cukup tinggi, terutama hotel berbintang tiga ke atas. Ini tentu kabar baik bagi pariwisata. Namun, kedatangan wisatawan tersebut perlu dibarengi dengan disiplin penerapan protokol kesehatan.
“Semisal ada yang positif, akan menjadi berita buruk dan menyebabkan orang takut datang ke Jogja. Pengelola wisata harus menjalankan SOP protokol kesehatan. Kalau tidak dipatuhi ancamannya bisa ditutup sementara,” ungkapnya.
Kesehatan dan ekonomi kata dia, harus digerakkan bersamaan. Pada sisi kesehatan, Pemda DIY telah melakukan tes swab massal sampai pernah menemukan 67 kasus positif dalam sehari. Dikikisnya gunung es dan ditanganinya dengan baik Covid-19, diharapkan dapat menjadi modal dasar dalam menggerakkan perekonomian.
Direktur Utama Bank BPD DIY, Santosa Rohmad, mengatakan minusnya pertumbuhan ekonomi DIY tidak harus dilihat secara pesimistis. Perekonomian DIY, kata dia, ditopang oleh ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). “Mulai Juli ada geliat. Kredit tumbuh. Artinya ada aktivitas ekonomi yang layak kita biayai,” kata dia.
BPD DIY mendukung semua sektor ekonomi yang mulai tumbuh dengan sejumlah program yang menyesuaikan dengan kondisi, seperti kredit mikro bunga bersaing hingga Rp50 juta. Untuk mengakses program ini, masyarakat bisa berkonsultasi melalui kantor BPD DIY yang ada di setiap kecamatan maupun di kanal online.
Di samping itu, BPD DIY juga mendorong penggunaan uang nontunai dalam setiap transaksi, termasuk pada perekonomian kerakyatan seperti pasar, penjual sayur keliling, dan lainnya. “Tantangannya kalau dulu rencananya bertahap, waktu itu target kelas menengah ke atas. Sekarang semua masyarakat harus turut diedukasi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Basarnas Banten mengerahkan empat SRU untuk mencari lima wartawan yang hilang kontak saat menuju Gunung Anak Krakatau.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan tiga hal yang harus ditingkatkan ASN Sleman, mulai produktivitas hingga standar pelayanan.
Gol debut Melvyn Lorenzen ke gawang Bali United mendongkrak kepercayaan diri jelang laga kandang PSS kontra Madura United.
DPRD Bantul mengawal target perbaikan 600 km jalan hingga 2030 di tengah tren penurunan anggaran sektor pekerjaan umum.
IRGC menyebut teknologi canggih AS tak bisa menghindari sistem pengawasan Iran di Selat Hormuz setelah drone bawah laut AS disita.