Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA--Rencana pembangunan dua ruas jalan tol, Jogja-Solo dan Jogja-Bawen mengancam keberadaan bangunan cagar budaya (BCB). Kedua bangunan tersebut merupakan rumah limasan yang memiliki nilai sejarah tinggi khususnya pada masa perjuangan.
Satu BCB yang terancam tergusur ruas tol Jogja-Bawen adalah Rumah limasan milik Mijosastro di Pundong 2, Tirtoadi, Mlati. Sementara lainnya rumah limasan di Tegalrejo, Tamanmartani, Kalasan milik Soedarjo.
Rumah limasan di Pundong 2 pernah menjadi posko logistik para pejuang dan menjadi salah satu BCB yang ditetapkan melalui SK Bupati Sleman Tahun 2017. Adapun Rumah limasan di Tegalrejo juga menjadi salah satu markas pejuang Militer Akademi (Taruna Akmil). Bahkan ahli bom Indonesia sekaligus mantan Rektor UGM Herman Johannes yang juga pernah tidur di rumah tersebut.
Bedanya, rumah limasan di Tegalrejo ini belum terdaftar resmi sebagai BCB, namun pada 2016 pemiliknya mendapat penghargaan dari Pelestari Cagar Budaya dari Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY sebagai pelestari BCB.
Terkait keberadaan BCB tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Tol Jogja-Bawen, Heru Budi Prasetyo mengatakan rumah BCB tersebut nanti akan digeser. Nanti pembayaran seperti biasa, pemiliknya membeli tanah di sebelahnya kemudian dibangun kembali di sekitar sana. Bangunan tersebut akan dibangun kembali menyerupai aslinya.
BACA JUGA: Buntut Ditemukannya Benda Mirip Bom di Masjid Kampus, UNY Perketat Keamanan
"Itu bangunan kena semua. Bangunan itu knock down, oleh Pemda BCB itu akan digeser, bisa dibongkar pasang. Kemarin saat sosialisasi pemiliknya sudah membolehkan, dipindah namun tetap dijadikan cagar budaya," kata Heru, Selasa (11/8/2020).
Sejauh ini, katanya, hanya bangunan tersebut yang masuk dalam area pembangunan jalan tol Jogja-Bawen. Lainnya kata Heru, area persawahan, permukiman penduduk dan mata air. Sama halnya dengan BCB, mata air terdampak jalan tol juga nanti akan digeser. "Sudah ditracing sudah tidak ada lagi BCB," kata Heru.
Hal senada disampaikan Staff Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Galih Alfandi. Menurut Galih, hingga saat ini terkait BCB perlakuannya masih sama dengan lahan-lahan warga yang lainnya. Alasannya, keberadaan rumah limasan yang knock down masih bisa dipindah. "Karena bangunan nya semi permanen sepertinya bisa di pindahkan ke tempat lain," kata Galih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Komjen Wahyu Hadiningrat resmi menjadi Wakapolri mendampingi Jenderal Suyudi Ario Seto. Simak profil dan rekam jejaknya.
Link live streaming Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 tersedia di Vidio dan YouTube. Simak jadwal dan cara menontonnya.
Satoria Hotel Yogyakarta merayakan ulang tahun ke-9 dengan tema “Together We 9row” melalui berbagai kegiatan kesehatan, sosial, lingkungan, dan pengembangan dir
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Capaian CKG Kulonprogo baru 119.172 dari 459.782 sasaran. Dinkes memperluas pemeriksaan hingga Kantor Pemkab Kulonprogo.