Layanan Imigrasi Yogyakarta, Urus Paspor Sambil Menikmati CFD
Layanan paspor hadir di CFD Sudirman Jogja dengan 30 kuota. Simak cara daftar, jadwal layanan, hingga lokasi berikutnya.
Gerakan wakaf air bersih oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Gunungkidul./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Setiap memasuki musim kemarau, ratusan dusun di Bumi Handayani, Gunungkidul, kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari. Gerakan wakaf menjadi salah satu cara mengatasi krisis air bersih.
Kapanewon atau Kecamatan Gedangsari merupakan satu dari 18 kecamatan yang terletak di Wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setiap memasuki musim kemarau, Gedangsari yang sebagian besar topografi wilayahnya adalah dataran tinggi berbukit ini sebagian besar selalu mengandalkan bantuan air bersih ketika musim kemarau.
Kapanewon Gedangsari merupakan salah satu kecamatan termiskin di Gunungkidul, dengan mayoritas mata pencaharian masyarakatnya sebagai petani yang hanya mengandalkan tadah hujan, parahnya ketika memasuki kemarau tahun lalu 890 Hektar lahan pertanian disini mengalami Puso (Gagal Panen). Sebagian besar petani harus rela menjadi buruh harian ketika musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kekeringan di Gedangsaripun berdampak pada tumbuh kembang anak di Gedangsari, kekurangan air bersih menjadi penyebab Balita di Gedangsari mengalami stunting.
Topografi Gedangsari yang ekstrim berupa perbukitan, ternyata juga berdampak pada biaya bantuan droping air bersih di beberapa titik disini juga menjadi cukup mahal, bahkan untuk sekali droping 1 tangki air bianya bisa mencapai 350.000 rupiah untuk truk tangki 5.000 liter.
Camat Gedangsari Martono Imam Santoso, bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun sumur wakaf berupa sumur bor dalam, agar secara perlahan dapat memutus mata rantai kekeringan di Kecamatan Gedangsari.
Hingga saat ini ACT DIY telah membangun 4 Sumur Wakaf di 4 Kelurahan di Kecamatan Gedangsari dari total 33 sumur wakaf yang dibangun di wilayah DIY.
Di Gedangsari hingga saat ini Masih ada 67 Dusun di 7 Kelurahan yang membutuhkan bantuan sumur wakaf. Ikhtiar kami, di tahun 2022 semoga tidak adalagi wilayah di Gedangsari yang kekurangan air bersih ketika musim kemarau, karena sudah tercukupi dengan adanya sumur-sumur wakaf yang di Bangun dari dana wakif Sahabat Dermawan semuanya.
Camat Gedangsari Martono Imam Santoso bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak Sahabat Demawan semuanya untuk bersama-sama menjadi solusi atas permasalahan paling mendasar di Kecamatan yang saya pimpin ini.
“Semoga Allah memudahkan rezeki saudara semuanya untuk bergotong royong membangun 67 Sumur Wakaf di Kecamatan Gedangsari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan paspor hadir di CFD Sudirman Jogja dengan 30 kuota. Simak cara daftar, jadwal layanan, hingga lokasi berikutnya.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.