Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SENTOLO--Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mencanangkan gerakan pedagang kreatif lapangan (PKL) patuh protokol kesehatan. Gerakan ini bertujuan untuk mengajak pedagang di seluruh pasar di Kulonprogo agar menerapkan protokol kesehatan.
Di samping itu, pedagang juga diharapkan bisa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.
"Selain menjalankan protokol kesehatan, peran pedagang juga dibutuhkan untuk mengingatkan masyarakat agar mematuhi protokol yang berlaku, seperti wajib mengenakan masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak," kata Bupati Kulonprogo, Sutedjo usai peluncuran gerakan PKL patuh protokol kesehatan di Pasar Sentolo Baru, Kapanewon Sentolo, Selasa (25/8/2020).
BACA JUGA : 2 Orang Meninggal, Klaster Covid-19 Srikayangan Perlu Jadi
Sutedjo mengatakan gerakan ini diinisiasi oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kulonprogo. Pedagang dilibatkan dalam gerakan ini karena termasuk kalangan yang kerap berinteraksi dengan masyarakat banyak. Terutama di lingkungan pasar yang dikawatirkan menjadi klaster penyebaran Covid-19.
Pemkab Kulonprogo melalui anggaran BTT Covid-19 juga memberikan bantuan berupa tempat cuci portabel sebanyak 100 unit. Bantuan juga datang dari BPD dan BNI masing-masing 50 unit. Tempat cuci tangan itu disalurkan kepada sejumlah pasar yang berada di 12 kapanewon di Kulonprogo.
Sutedjo berharap lewat gerakan ini, upaya pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 bisa lebih efektif. Masyarakat jadi lebih sadar tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan.
BACA JUGA : Kasus Covid-19 di Kulonprogo Terus Bertambah, Wabup
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap penyebaran Covid-19 mengingat jumlah penderita corona di kabupaten ini terus mengalami peningkatan.
Terbaru ada tambahan dua kasus pada Selasa. Dua kasus itu yakni KP-67, laki-laki, 58 asal Kapanewon Temon dan KP-68, perempuan, 25, asal Kapanewon Lendah. KP-67, merupakan kontak erat dari KP-58, sedangkan KP-68, yang masih diselidiki penyebabnya merupakan salah satu tenaga kesehatan yang bekerja di Bantul. Dengan tambahan itu total penderita Corona di kabupaten ini 68 orang dengan rincian 30 dirawat, 36 sembuh dan dua meninggal dunia.
BACA JUGA : Corona di Kulonprogo Melonjak, Sehari Tambah 8 Pasien Baru
"Oleh karena itu kami mohon kesadaran masyarakat untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan," ucap Fajar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Pembayaran ganti rugi tol Jogja-Kulon Progo di Bantul kembali cair Rp57,08 miliar untuk 53 bidang tanah di Argomulyo Sedayu.
Moh Zaki Ubaidillah lolos ke perempatfinal Malaysia Masters 2026 usai menang dramatis, sementara Bobby/Melati tersingkir di 16 besar.
Jadwal bola malam ini 21-22 Mei 2026 menghadirkan duel penentuan juara Liga Arab Saudi antara Al-Nassr dan Al-Hilal.
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.