Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Ilustrasi uang. /Bisnis- Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY menargetkan pendapatan daerah pada 2021 sebesar Rp4,84 triliun. Tiga poin yang menjadi fokus belanja dengan pendapatan tersebut yakni prioritas pembangunan nasional, penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, dalam Rapat Paripurna tentang Rancangan Kebijakan Umum dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD 2021, di DPRD DIY Rabu (26/9/2020). “Tema Pembangunan DIY 2021 yakni Penguatan SDM unggul dan percepatan pemulihan sosial ekonomi masyarakat DIY,” ujarnya.
BACA JUGA : Pemda DIY Diprediksi Kehilangan Pendapatan hingga Rp1 Triliun
Ia menjelaskan target pendapatan ini memperhatikan gambaran ekonomi makro yang menjadi asumsi penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan belanja Daerah (RAPBD) 2021. Kondisi makro ini meliputi pertumbuhan ekonomi yang berkisar 4,2-6%, tingkat inflasi 3,2-2,7% serta kemiskinan sebesar 11,60%.
Pendapatan daerah yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan transfer dan pendapatan lain yang sah diharapkan mampu berperan besar sebagai pembiayaan utama dalam struktur APBD 2021.
“Diarahkan kepada upaya peningkatan kapasitas fiskal daerah melalui peningkatan intensitas dan efektifitas program,” ungkapnya.
Adapun belanja daerah 2021 diarahkan untuk mendukung target capaian prioritas pembangunan nasional 2021 yang menjadi kewenangan Pemda. Belanja daerah juga diarahkan untuk mendukung pemulihan sosial dan ekonomi pasca pandemi covid-19 serta penerapan normal baru, agar masyarakat dapat produktif namun tetap aman dari covid-19.
BACA JUGA : Pendapatan DIY Naik Rp93,5 Miliar
Berdasarkan kemampuan keuangan daerah, jumlah pendanaan yang dimungkinkan untuk dibelanjakan pada 2021 yakni sebesar Rp4,360 triliun, dengan rincian belanja operasional sebesar Rp3,418 triliun, belanja modal Rp145,818 miliar, belanja tak terduga Rp62,32 miliar dan belanja transfer Rp734,249 miliar.
Kepala Bappeda DIY, Beny Suharsono, menuturkan pada 2021 nanti, perlindungan sosial seperti bantuan sosial mulai dikurangi dan lebih fokus pada penanganan Kesehatan dan pemulihan ekonomi.
Pada 2020, pendapatan dari APBD turun sekitar Rp620 miliar. “Dulu direncanakan Rp6 triliun, jadi Rp5 triliun. Makanya dilakukan reposisi terutama untuk kefgiatan rutin semisal untuk rapat yang sekarang sudah bisa pakai gidital,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Selain Mitsubishi Pajero Sport, ada sejumlah SUV bekas yang layak dilirik seperti Toyota Fortuner, Isuzu mu-X, Ford Everest, dan Chevrolet Trailblazer.
Persib Bandung lolos ke semifinal Piala Presiden 2026 usai kalahkan DPMM FC 1-0. Gol Balsa Sekulic dari bola muntah penalti dan pujian untuk pemain muda.
Janice Tjen/Shuai Zhang lolos ke perempat final DC Open 2026 usai kalahkan Rakhimova/Wu 2-0. Siap hadapi pemenang Miyu/Olmos atau Mihalikova/Watson!
Roberto Mancini dikabarkan kembali menjadi pelatih Timnas Italia. Arsitek juara Euro 2020 itu dipercaya memimpin proyek baru Gli Azzurri di tengah dinamika fede
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditangkap KPK dalam OTT pada Selasa malam. Simak profil, perjalanan karier, serta laporan harta kekayaannya yang mencapai Rp21,