Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Puncak Becici. /Harian Jogja-Bernadheta Dian.
Harianjogja.com, BANTUL--Objek wisata Puncak Becici, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul mulai diserbu wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Hal itu terlihat dari jumlah pengunjung pada akhir pekan di angka ribuan dan hari biasa tidak kurang dari 500 wisatawan berkunjung ke wisata alam perbukitan ini.
"Untuk kunjungan harian di angka 500-an orang dan weekend sekitar 2.000. Terkadang lebih terkadang kurang," kata Ketuan Operator Pengelola Puncak Becici, Gandi Saputra, Minggu (30/8/2020).
Jumlah tersebut diakui Gandi sebenarnya masih jauh dibanding sebelum adanya pandemi Covid-19 yang mencapai 4.500-5.000 wisatawan yang berkunjung pada akhir pekan dan libur panjang. Kunjungan harian pun mencapai 1.300-1.500 orang.
BACA JUGA : Kunjungan Wisatawan ke Puncak Becici Naik Dibanding
Ganti mengatakan kunjungan wisatawan di masa pandemi Covid-19 ini masih di dominasi kendaraan pribadi. Namun sejak dua pekan terakhir rombongan bus-bus besar mulai berdatangan dari wilayah DIY dan luar DIY. Kendati kunjungan wisatawan mulai padat, pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.
Cara penerapan protokol Covid-19 tersebut dengan mengatur jalur masuk dan keluar objek wisata yang terpisah dengan pagar pita. Semua wisatawan yang masuk juga harus melalui pemeriksaan cek suhu tubuh di bagian depan, kemudian pengunjung harus melewati area tempat cucu tangan yang sudah disediakan.
Dari pantauan di lokasi, tempat cuci tangan ini ditempkan di jalur masuk sehingga hampir semua wisatawan dipastikan mampir cuci tangan. Pengumuman melalui pengeras suara agar pengunjung mengenakan masker dan menjaga jarak juga beberapa kali didengungkan, sehingga wisatawan yang berkerumum menjaga jarak. Selain itu terlihat juga ruang isolasi dari tenda khusus di bagian belakang tempat pembayaran retribusi masuk.
Deretan mobil pribadi dan sejumlah bus besar memadati area parkir di bagian dalam dan parkir luar Puncak Becici. Demikian area parkir motor juga padat. Gandi bersyukur objek wisata yang sempat libur sekitar empat bulan karena pandemi dan dibuka secara terbatas pada 22 Juli lalu ini mulai menarik wisatawan.
BACA JUGA : Kunjungan Wisatawan ke Puncak yang Pernah Disinggahi
Tiket masuk Puncak Becici juga masih belum ada perubahan, yakni Rp3.000 per orang. Disinggung soal pemesanan tiket melalui aplikasi visitingjogja.com, Gandi mengaku belum banyak. Padahal pihaknya sudah mengumumkan ke berbagai media sosial agar melakukan booking tiket lewat aplikasi untuk menghindari potensi penularan Covid.
"Tapi sebagian besar masih datang langsung [beli tiket masuk] on the spot," ucap Gandi.
Sementara Anwar Fuadi, salah satu wisatawan asal Klaten, Jawa Tengah mengaku selama pandemi ini baru sekali berwisata ke Puncak Becici, "Di rumah terus bosan, sekali-sekali butuh refreshing," kata dia.
BACA JUGA : WISATA LEBARAN 2018 DI JOGJA: Puncak Becici
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.