Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Wisatawan menikmati keindahan alam di Puncak Becici, Terong, Dlingo, beberaa waktu lalu./Harian Jogja-Ujang Hasanudin)
Harianjogja.com, BANTUL--Kunjungan wisatawan ke Puncak Becici terus meningkat. Bahkan momen Lebaran tahun ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata yang pernah dikunjungi mantan Presiden Amerika Barack Hussein Obama itu meningkat berkali lipat di banding Lebaran tahun lalu.
Sejak hari pertama Lebaran pada Jumat (16/6/2018) hingga H+4 Lebaran atau Selasa (19/6/2018), tercatat 28.365 wisatawan yang berkunjung. Sementara data pengunjung Lebaran 2017 hanya 14.792 orang. Puncak kunjungan terjadi pada Minggu (18/6/2018), jumlah wisatawan sampai 7.698 orang dalam sehari.
Jika hari biasa di luar liburan kunjungan harian berkisar 700-1.000 orang, dan akhir pekan bisa mencapai 3.000-3.500 orang. Jumlah wisatawan masih didominasi wisatawan Nusantara. "Wisatawan mancanegara ada tetapi belum terlalu banyak," kata Ketua Operator Pengelola Puncak Becici, Gandi Saputra, Rabu (20/6/2018).
Menyambut wisatawan, pengelola sudah menambah sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari toilet modern, aula pertemuan, hingga spot-spot foto untuk pengunjung yang hobi berswafoto. Selain itu juga penambahan areal parkir kendaraan. Saat ini tempat parkir bisa menamung 200 mobil, 300 motor, dan 20 bus.
"Itu tempat parkir yang kami kelola melalui koperasi Notowono. Masih ada tempat-tempat parkir yang disediakan masyarakat di persil-persil pribadi," papar Gandi.
Pengelola juga menyediakan fasilitas transportasi jip bagi wisatawan yang akan menelusuri perkampungan dan pusat kerajinan bambu yang dikelola mayarakat.
Beberapa spot menarik yang paling banyak diminati wisatawan, kata Gandi, adalah panggung hiburan dengan latar belakang sawah dan hutan, puncak pohon, dan gubuk kelompok tani hutan. Lokai Puncak Becici yang berada 30 kilometer dari pusat Kota Jogja ini tidak sulit di jangkau.
Bahkan ada tiga jalur yang bisa dilalui menuju objek wisata di Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo tersebut, yakni melalui Jalan Imogiri-Mangunan, Jalan Wonolelo Pleret-Terong Dlingo (Jalur Cinomati), dan Jalan Jogja-Wonosari (Patuk Gunungkidul). Dari tiga jalur tersebut, yang paling aman dan mudah dilalui lewat Patuk Gunungkidul, terutama untuk kendaraan berdimensi besar. Terpenting adalah minim risiko.
Selama libur Lebaran ini hingga 24 Juni nanti kendaraan berdimensi besar seperti bus belum diperbolehkan untuk masuk kawasan wisata Dlingo untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Survei Ipsos menunjukkan 75 persen masyarakat Indonesia menilai negaranya berada di jalur yang benar. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara paling
Pemerintah menyiapkan perluasan dana BPDP untuk kakao guna meningkatkan produktivitas dan mengembalikan kejayaan kakao Indonesia.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos ke 16 besar China Open 2026 setelah mengalahkan Huang Di/Liu Yang 21-15, 20-22, 21-9 di Changzhou, China.
Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.917 per dolar AS pada perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Sentimen global dan sikap hawkish The Fed masih menjadi faktor utama t
Media internasional seperti AP, Reuters, dan SCMP menyoroti pengunduran diri Kepala BGN Nanik Deyang di tengah berbagai tantangan Program Makan Bergizi Gratis,