Pilur Gunungkidul 2026, 31 Kalurahan Segera Bentuk Panitia Pemilihan
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Kondisi di Pantai Indrayanti, Tepus, Kecamatan Tepus bersih setelah diterjang gelombang tinggi, Sabtu (9/5/2020). /Ist- Dok SAR Satlinmas Wilyaah II DIY
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Gelombang setinggi empat hingga meter kembali menerjang kawasan pesisir Gunungkidul. Akibatnya seluruh aktivitas nelayan dihentikan dan para pengunjung diminta berhati-hati agar tidak menjadi korban kecelakaan laut.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayan II DIY, Surisdiyanto mengatakan, adanya kenaikan gelombang di kawasan pantai berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Hari ini kenaikannya. Untuk ketinggian mencapai 4-6 meter,” kata Suris kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).
BACA JUGA : BMKG Ingatkan Warga Waspada Gelombang Tinggi
Gelombang tinggi itu tidak menimbulkan kerusakan. Hanya saja, untuk sementara waktu aktivitas nelayan dihentikan karena tidak ada yang berani melaut. “Nelayan tidak ada yang beraktivitas sementara waktu hingga kondisi benar-benar aman untuk melaut,” katanya.
Ditambahkan Suris, hasil pemantauan dari relawan, meski bukan hari libur namun tetap ada wisatawan yang bermain di kawasan pantai. Menurut dia, petugas pun sempat memberikan peringatan berulang kepada pengunjung untuk menepi agar terhindar dari terjangan ombak.
“Kami tidak ingin ada wisatawan yang terseret ombak. Jadi, kami tak henti-hentinya memberikan peringatan, sebab berdasarkan pemantauan memang ada yang nekat bermain di air, meski ada kenaikan gelombang,” ungkapnya.
Ia berharap, kasus kecelakaan laut yang menimpa satu keluarga yang terseret di wilayah Pantai Bantul harus bisa menjadi pelajaran. Oleh karenanya, untuk keselamatan bukan semata-mata menjadi tugas dari petugas SAR, namun partisipasi dari pengunjung juga sangat dibutuhkan.
“Kecelakaan laut yang terjadi selama ini banyak disebabkan karena faktor kelalaian manusia yang tidak mengindahkan imbauan petugas agar tidak bermain di area berbahaya,” ungkapnya.
BACA JUGA : Termasuk Wilayah DIY, Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono. Menurut dia, tidak hanya pengunjung yang harus berwaspada, karena para nelayan juga diwajibkan terus berhati-hati. “Semua yang beraktivitas di kasawan pesisir harus berhati-hati karena laka laut bisa terjadi kepada siapa saja,” katanya.
Marjono mencontohkan, untuk para nelayan diminta memakai jaket pelampung pada saat beraktivitas di laut. Hal ini sebagai antisipasi pada saat terjadi hal-hal yang diinginkan. “Jaket pelampung bisa menjadi penyelamat saat terjadi kecelakaan laut. Jadi, wajib dipakai saat mencari ikan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 segera dimulai. Regulasi hampir rampung, 31 kalurahan siap gelar pemilihan lurah serentak mulai Juni.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.