25.640 Siswa di Gunungkidul Divaksin Campak, Difteri, dan HPV
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Kondisi di Pantai Indrayanti, Tepus, Kecamatan Tepus bersih setelah diterjang gelombang tinggi, Sabtu (9/5/2020). /Ist- Dok SAR Satlinmas Wilyaah II DIY
Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Gelombang setinggi empat hingga meter kembali menerjang kawasan pesisir Gunungkidul. Akibatnya seluruh aktivitas nelayan dihentikan dan para pengunjung diminta berhati-hati agar tidak menjadi korban kecelakaan laut.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayan II DIY, Surisdiyanto mengatakan, adanya kenaikan gelombang di kawasan pantai berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Hari ini kenaikannya. Untuk ketinggian mencapai 4-6 meter,” kata Suris kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).
BACA JUGA : BMKG Ingatkan Warga Waspada Gelombang Tinggi
Gelombang tinggi itu tidak menimbulkan kerusakan. Hanya saja, untuk sementara waktu aktivitas nelayan dihentikan karena tidak ada yang berani melaut. “Nelayan tidak ada yang beraktivitas sementara waktu hingga kondisi benar-benar aman untuk melaut,” katanya.
Ditambahkan Suris, hasil pemantauan dari relawan, meski bukan hari libur namun tetap ada wisatawan yang bermain di kawasan pantai. Menurut dia, petugas pun sempat memberikan peringatan berulang kepada pengunjung untuk menepi agar terhindar dari terjangan ombak.
“Kami tidak ingin ada wisatawan yang terseret ombak. Jadi, kami tak henti-hentinya memberikan peringatan, sebab berdasarkan pemantauan memang ada yang nekat bermain di air, meski ada kenaikan gelombang,” ungkapnya.
Ia berharap, kasus kecelakaan laut yang menimpa satu keluarga yang terseret di wilayah Pantai Bantul harus bisa menjadi pelajaran. Oleh karenanya, untuk keselamatan bukan semata-mata menjadi tugas dari petugas SAR, namun partisipasi dari pengunjung juga sangat dibutuhkan.
“Kecelakaan laut yang terjadi selama ini banyak disebabkan karena faktor kelalaian manusia yang tidak mengindahkan imbauan petugas agar tidak bermain di area berbahaya,” ungkapnya.
BACA JUGA : Termasuk Wilayah DIY, Gelombang Tinggi Berpotensi Terjadi
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono. Menurut dia, tidak hanya pengunjung yang harus berwaspada, karena para nelayan juga diwajibkan terus berhati-hati. “Semua yang beraktivitas di kasawan pesisir harus berhati-hati karena laka laut bisa terjadi kepada siapa saja,” katanya.
Marjono mencontohkan, untuk para nelayan diminta memakai jaket pelampung pada saat beraktivitas di laut. Hal ini sebagai antisipasi pada saat terjadi hal-hal yang diinginkan. “Jaket pelampung bisa menjadi penyelamat saat terjadi kecelakaan laut. Jadi, wajib dipakai saat mencari ikan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026