Kasus Bertambah, Cek Data Covid-19 di DIY 18 Maret
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Warga melintasi jembatan Pekik Jamal, yang menghubungkan Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates dengan Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, Selasa (15/9/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jembatan Pekik Jamal yang menghubungkan Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates, dengan Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, rusak. Warga sekitar berharap jembatan itu bisa segera diperbaiki.
Marinem, 55, warga Ngestiharjo, Wates mengatakan Jembatan Pekik Jamal sudah rusak sejak lima tahun terakhir. Aspal yang melapisi jembatan itu bolong di beberapa titik. Langkan jembatan juga banyak yang rusak. Akibatnya, sering terjadi kecelakaan lalu lintas di lokasi ini.
BACA JUGA: Muncul Wisata ala Jepang di Tepi Sungai Opak Bantul & Kini Viral
"Sudah tidak terhitung [jumlah kecelakaan], saking rusaknya jembatan membuat warga harus lebih berhati-hati kalau lewat situ," ucap Marinem saat ditemui di sekitar Jembatan Pekik Jamal, Selasa (15/9/2020).
Marinem berharap jembatan yang melintang di atas Bendung Pekik Jamal, Sungai Serang ini bisa segera diperbaiki. Sebab selain jadi jalur alternatif, tak jauh dari lokasi jembatan juga terdapat Pasar Gejlik yang selalu ramai didatangi masyarakat setiap pagi. Warga Ngestiharjo dan sekitarnya biasa berkunjung ke pasar tersebut lewat jembatan Pekik Jamal. Selain itu, jembatan juga jadi akses menuju Pondok Pesantren Al Ma\'unah Bojong, serta jalan utama bagi warga yang mencari rumput dan sekolah.
Jika kerusakan tak kunjung diperbaiki, angka kecelakaan di jembatan selebar dua meter dengan panjang 60 meter itu bisa kian meningkat. "Kami cuma pengin jembatan ini bisa diperbaiki, minimal nambal yang bolong-bolong biar lebih aman kalau lewat," kata Marinem.
Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan telah meninjau kondisi Jembatan Pekik Jamal pekan lalu. Namun, Pemkab Kulonprogo tidak bisa berbuat banyak karena pengelolaan jembatan ini langsung ditangani Pemda DIY.
"Sebenarnya fungsi utama jembatan ini kan sebagai jembatan untuk mengontrol saluran irigasi di Bendungan Pekik Jamal, tapi kan oleh warga juga digunakan sebagai jalan. Oleh karena itu kami harap pemerintah provinsi bisa menindaklanjuti kondisi jembatan tersebut, atau membuat jembatan baru yang khusus untuk akses warga sesuai DED yang sudah dibuat Pemda DIY," kata Fajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus Covid-19 di DIY kembali melonjak. Pada Kamis (18/3/2021), gugus tugas setempat melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 257.
Apple uji iPhone 19 Pro dengan layar melengkung 4 sisi dan Face ID di bawah layar. Desain futuristik diprediksi hadir pada 2027.
Listrik padam total di Sumatera Bagian Tengah dan Utara sejak Jumat malam. PLN ungkap gangguan sistem, warga Pekanbaru terdampak luas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo temukan kandang ayam dan pendangkalan di Sungai Code. Pemkot siapkan normalisasi dan wisata arung jeram.
Honor dikabarkan menyiapkan HP lipat layar lebar 7,6 inci dengan chipset 2nm Snapdragon 8 Elite Gen 6. Siap meluncur 2027.
Sindikat penipuan online modus asmara dan kripto palsu di Jateng raup Rp41 miliar. Polisi tetapkan 38 tersangka, 133 korban.