Strategi Unik Norwegia, Bawa 1 Ton Makanan dari Kampung Halaman
Norwegia bawa 1 ton makanan ke Piala Dunia 2026 untuk jaga performa pemain, bukan karena takut makanan Amerika.
Wisata ala Jepang Bunga Enceng Gondok Tepian Sungai Opak Kalinampu, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Wisata ala Jepang Bunga Enceng Gondok Tepian Sungai Opak Kalinampu, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul, belakangan viral di media sosial.
Destinasi wisata yang dibuka untuk umum mulai 6 September 2020 ini dikunjungi ribuan orang setiap akhir pekan.
BACA JUGA: Covid-19 Melonjak, Anggaran Kabupaten Sleman Dikerahkan untuk Kesehatan & Pemulihan Ekonomi
“Para pengunjung yang datang ke tempat ini biasanya memang memaksimalkan tiga spot swafoto yang telah kami sediakan,” kata perintis destinasi wisata eceng gondok di Kalinampu, Kasanatul Rahmat, Selasa (15/9/2020).
Menurut Kasan, panggilan karib Kasanatul Rahmat, dia bersama dengan pemuda desa setempat memang mengonsep wisata musiman di tepi Sungai Opak itu dengan properti ala di Jepang. Oara pengunjung bisa berswafoto di tiga replika gapura tori dan hamparan bunga eceng gondok di area seluas 200 meter persegi.
Selain itu, pengelola wisata juga menyediakan persewaan properti ala khas Jepang, seperti kipas, payung dan baju kimono. “Untuk anggaran pengelolaan sejauh ini masih mengandalkan dana swadaya masyarakat dan kepemudaan,” katanya.
Kasan menerapkan tarif yang sangat murah dan mudah dijangkau, yakni Rp3.000 untuk tiket masuk. Sementara, parkir pengunjung digratiskan. “Sewa kimono hanya Rp25.000. Kami juga menyewakan gazebo besar di pinggir kali tersebut dengan banderol Rp50.000 per enam jam,” ujar dia.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Tinggi, Ganjar Pranowo Minta 9 Daerah di Jateng Perketat Protokol Kesehatan
Pengelola tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Setiap pengunjung wajib dicek suhu tubuh, cuci tangan, dan menggunakan masker.
“Kami juga menjaga agar tidak terjadi kerumunan. Oleh karena itu, kami atur pengunjung yang datang,” terang dia.
Salah satu pengunjung Sumiyati mengaku senang dan nyaman dengan objek wisata yang ditawarkan. “Kebetulan, lagi jalan-jalan di sekitar sini dan ini kan sempat viral di media sosial. Jadi penasaran, makanya saya ke sini,” paparnya.
Kepala Desa Seloharjo Marhadi Badrun mendukung langkah dari para pemuda di desanya. “Bagaimana pun ini adalah upaya positif demi kemajuan perekonomian dan wilayah,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Norwegia bawa 1 ton makanan ke Piala Dunia 2026 untuk jaga performa pemain, bukan karena takut makanan Amerika.
IMM dan IPM DIY gelar aksi tapa pepe di Jogja, sampaikan kritik kebijakan pemerintah lewat duduk diam di Titik Nol Kilometer.
SMARTFREN terus memperkuat pengalaman digital pelanggan di Kota Tegal melalui layanan internet yang andal, sekaligus menghadirkan SMARTFREN Fun Run Tegal 2026
Foto profil WhatsApp kosong tidak selalu berarti diblokir. Ini 6 penyebab umum yang sering terjadi pada pengguna.
Banyak pasar tradisional di Bantul rusak terutama atap. Pemkab lakukan perbaikan bertahap dengan anggaran terbatas.
Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, berintegritas.