Mantan Mendag RI Muhammad Lutfi Duga GIC dan Temasek Tekan MSCI, Ini Faktanya
Muhammad Lutfi menduga GIC dan Temasek terkait tekanan kepada MSCI. Apa alasan resmi MSCI mengusulkan perubahan status pasar Indonesia?
Wisata ala Jepang Bunga Enceng Gondok Tepian Sungai Opak Kalinampu, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Wisata ala Jepang Bunga Enceng Gondok Tepian Sungai Opak Kalinampu, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Bantul, belakangan viral di media sosial.
Destinasi wisata yang dibuka untuk umum mulai 6 September 2020 ini dikunjungi ribuan orang setiap akhir pekan.
BACA JUGA: Covid-19 Melonjak, Anggaran Kabupaten Sleman Dikerahkan untuk Kesehatan & Pemulihan Ekonomi
“Para pengunjung yang datang ke tempat ini biasanya memang memaksimalkan tiga spot swafoto yang telah kami sediakan,” kata perintis destinasi wisata eceng gondok di Kalinampu, Kasanatul Rahmat, Selasa (15/9/2020).
Menurut Kasan, panggilan karib Kasanatul Rahmat, dia bersama dengan pemuda desa setempat memang mengonsep wisata musiman di tepi Sungai Opak itu dengan properti ala di Jepang. Oara pengunjung bisa berswafoto di tiga replika gapura tori dan hamparan bunga eceng gondok di area seluas 200 meter persegi.
Selain itu, pengelola wisata juga menyediakan persewaan properti ala khas Jepang, seperti kipas, payung dan baju kimono. “Untuk anggaran pengelolaan sejauh ini masih mengandalkan dana swadaya masyarakat dan kepemudaan,” katanya.
Kasan menerapkan tarif yang sangat murah dan mudah dijangkau, yakni Rp3.000 untuk tiket masuk. Sementara, parkir pengunjung digratiskan. “Sewa kimono hanya Rp25.000. Kami juga menyewakan gazebo besar di pinggir kali tersebut dengan banderol Rp50.000 per enam jam,” ujar dia.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Tinggi, Ganjar Pranowo Minta 9 Daerah di Jateng Perketat Protokol Kesehatan
Pengelola tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Setiap pengunjung wajib dicek suhu tubuh, cuci tangan, dan menggunakan masker.
“Kami juga menjaga agar tidak terjadi kerumunan. Oleh karena itu, kami atur pengunjung yang datang,” terang dia.
Salah satu pengunjung Sumiyati mengaku senang dan nyaman dengan objek wisata yang ditawarkan. “Kebetulan, lagi jalan-jalan di sekitar sini dan ini kan sempat viral di media sosial. Jadi penasaran, makanya saya ke sini,” paparnya.
Kepala Desa Seloharjo Marhadi Badrun mendukung langkah dari para pemuda di desanya. “Bagaimana pun ini adalah upaya positif demi kemajuan perekonomian dan wilayah,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muhammad Lutfi menduga GIC dan Temasek terkait tekanan kepada MSCI. Apa alasan resmi MSCI mengusulkan perubahan status pasar Indonesia?
BGN mengevaluasi uji coba MBG prasmanan yang dinilai meningkatkan konsumsi dan antusiasme siswa. Target penerapan mencapai 5.000 titik pada akhir 2026.
PSS Sleman bertahan di Surabaya untuk memaksimalkan pemulihan dan latihan sebelum menghadapi Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kamis (22/10/2026).
PGRI DIY menilai kebijakan tinggal kelas bisa meningkatkan mutu pendidikan jika diterapkan secara objektif, dengan remedial dan pendampingan siswa.
Sebanyak 152 pendaki Gunung Sumbing berhasil turun dengan selamat saat karhutla belum padam. Polisi menutup jalur dan menyiapkan evakuasi.
DPRD Sleman mendorong UMKM Padukuhan Sedogan meningkatkan kualitas produk dan pemasaran untuk menangkap peluang ekonomi Exit Tol Banyurejo.