Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, WONOSARI – Anggota Panwascam Semin, Aris Wijayanto mengatakan, pihaknya khawatir dengan perkembangan penyebaran virus corona. Pasalnya, kasus ini sangat berisiko terhadap fungsi pengawasan yang dimiliki.
“Jelas kami waswas dengan penyebaran virus ini, apalagi kami harus terus terjun ke lapangan untuk menjalankan fungsi pengawasan,” katanya saat dihubungi, Selasa (22/9/2020).
BACA JUGA : Keluarga Panwas Desa Menangis saat Terima Santunan
Meski waswas dengan corona, Aris memastikan para petugas pengawasan tetap menjalankan kewajiban yang dimiliki. Ia pun mengakui saat terjun ke lapangan terus membawa bekal alat pelindung diri seperti terus menggunakan masker, sarung tangan hingga handsanitizer.
Selain itu, sambung dia, didalam pengawasan juga terus menjaga jarak dari kerumuman agar bisa lebih aman. “Pasti jarak, tapi sehingga fungsi pengawasan tetap bisa terlihat dengan seksama,” katanya.
Ditambahkan dia, untuk menjaga kesehatan juga mengkonsumsi multivitamin yang disediakan dari Bawaslu Gunungkidul. “Hingga sekarang sudah ada dua kali pendistribusian APD maupun multivitamin,” tutur Aris.
BACA JUGA : Petugas Pantarlih Harus Datangi Rumah Warga
Anggota Bawaslu Gunungkidul, Rini Iswandari mengungkapkan, hingga sekarang belum ada kasus positif corona terhadap anggota pengawasan dari tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan antisipasi agar para petugas terhindar dari paparan virus. Salah satunya memberikan APD maupun multivitamin untuk menjaga kesehatan petugas.
“Kami berikan empat kali. Namun baru terlaksana dua kali. Adapun yang diberikan ada masker, sarung tangan, pelindung wajah hingga handsanitizer. Rencananya distribusi akan diberikan lagi saat tahapan kampanye dan pungut hitung,” katanya.
BACA JUGA : Era New Normal, PPK dan Panwaslu di Sleman Segera
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.