Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - BPBD Gunungkidul sudah menyalurkan 1.112 tangki air ke masyarakat. Ditargetkan di musim kemarau ini ada penyaluran sebanyak 3.000 tangki.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, penyaluran air bersih masih terus berlansung. Mayoritas kapanewon di Gunungkidul mengalami krisis air karena dari 18 kapanewon, hanya Karangmojo, Playen dan Wonosari yang tidak melakukan permintaan air bersih.
Baca juga: Ini Risikonya Setelah Ekonomi Masuk Jurang Resesi
“Total ada 128.838 jiwa yang terdampak kekeringan,” kata Edy kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).
Dia menjelaskan, untuk droping BPBD mengalokasikan anggaran sekitar Rp700 juta. Jumlah ini diperkirakan bisa untuk droping sebanyak 3.000 tangki. Meski droping terus berlangsung, Edy memastikan anggaran masih mencukupi karena pelaksanaan droping baru mencapai 1.112 tangki atau setara 5.560.000 liter air. “Anggarannya masih mencukupi,” kata Edy.
Menurut dia, untuk perkembangan cuaca terus melakukan koordinasi dengan BMKG DIY. Edy menjelaskan, sesuai dengan perkiraan cuaca, pada saat ini sudah memasuki masa pancaroba. “Diprediksi Oktober sudah mulai turun hujan,” katanya.
Baca juga: Warga Gunungkidul Kaget Rumah W Digeledah Densus 88
Edy menuturkan, meski sudah memasuki masa pancaroba, program dropping air bersih masih akan berlangsung, khususnya menyasar ke wilayah yang menjadi lokasi langganan kekeringan. “Masih jalan. Apalagi di awal musim hujan, bak penampungan air milik warga juga belum terisi penuh sehingga saat ada permintaan akan diberikan,” katanya.
Diakuinya kemarau tahun ini berbeda dengan kejadian di tahun-tahun sebelumnya. Untuk saat ini, bantuan pihak ketiga sangat minim karena baru dua lembaga yang menyerahkan. “Biasanya sudah banyak, tapi sekarang baru beberapa. Ini bukan masalah karena dana yang dimiliki juga masih mencukupi,” katanya.
Menurut dia, selain droping oleh BPBD, penyaluran juga dilakukan oleh kapanewon. Hanya saja, untuk besaran anggaran, Edy mengakui tidak tahu menahu karena kewenangan berada di masing-masing kapanewon. “Ada koordinasi agar bantuan tidak tumpang tindih sehingga penyaluran bisa efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Gunungkidul Eltri Bakti mengirimkan 116 tangki kepada masyarakat yang membutuhkan melalui BPBD Gunungkidul. Harapannya dengan bantuan yang berasal dari pegawai BPS dan alumni akademi ilmu stastik 26 dan 30 bisa bermanfaat. “Bantuan sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat dan mudah-mudahan bermanfaat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.