Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Dua alat berat diterjunkan dalam proses perbaikan Jalan Imogiri-Mangunan, tepatnya di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Senin (26/6/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Perhubungan Bantul meminta wisatawan yang melintas Jalan Imogiri-Mangunan pada malam hari untuk berhati-hati. Sebab sepanjang jalur tersebut masih minim penerangan.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Aris Suharyanta mengatakan sejak pembangunan dan pelebaran Jalan Imogiri-Mangunan selesai dibangun sampai saat ini belum ada pemasangan fasilitas penerangan jalan. Padahal jalur wisata tersebut ramai dilintasi siang malam, terlebih ada sejumlah wisata malam di wilayah Mangunan dan sekitarnya.
Pihaknya mengaku sudah mengirimkan surat agar ada pemasangan lampu penerangan jalan ke Dinas Perhubungan DIY karena jalur Imogiri-Mangunan kewenangan pemeliharaannya ada di tingkat provinsi.
“Kami membuat surat ke Dinas Perhubungan Provinsi sudah meminta dipasangi lampu penerangan jalan di jalur wisata milik jalan provonsi,” kata Aris, saat dihubungi Kamis (1/10/2020). Aris mengaku belum mengetahui pasti berapa kebutuhan lampu penerangan jalan di jalur Imogiri-Mangunan.
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2020 Dibuka 6 Oktober, Begini Pendaftarannya
Namun dari perkiraaannya setidaknya membutuhkan sebanyak 50 lampu penerangan jalan di jalur tersebut dari mulai Imogiri sampai Mangunan sejauh sekitar 10 kilometer. “Harapan kami minimal bisa dipasang di tikungan-tikungan yang membahayakan. Tidak terus berjejer dari imogiri naik karena terlalu berat [mahal],” kata Aris.
Ketua Koperasi Notowono atau wadah pengelola objek wisata di Mangunan, Purwo Harsono mengatakan saat ini sudah banyak wisata malam yang sudah disediakan. Setidaknya ada empat lokasi wisata malam yang sudah bisa dinikmati wisatawan, yakni di Puncak Becici, Seribu Batu, Pinus Pengger, dan Lintang Sewu.
Meski kunjungan wisatawan masih belum seramai seperti sebelum ada pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Namun sudah ada beberapa wisatawan yang mengunjunginya. Ia berharap wisata malam mejadi alternatif wisata bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam perbukitan di malam hari.
Baca Juga: Sudah Sebulan Vaksin Corona Diuji Coba di Indonesia, Ini Hasilnya
Ia memastikan dari sisi keamanan dan kenyamanan di objek wisata malam sudah diperhitungkan. Namun yang menjadi persoalan adalah masih minimnya penerangan jalan menuju objek wisata seperti di Jalan Imogiri-Mangunan dan Jalan Mangunan-Terong. “Saat menyusun rencana dan strategi pengembangan wisata Mangunan saya sudah mengkomunikasikan terkait penerangan jalan dan perbaikan jalan rusak,” kata Purwo Harsono.
Pria yang akrab disapa Ipung ini mengatakan bukan hanya pnerangan jalan, namun kondisi Jalan di Mangunan-Terong juga banyak yang rusak, “Jalan dari Pinussari sampai Terong itu masih parah,” ucap Ipung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Kemnaker membuka pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dengan dana Rp5 juta untuk mendukung usaha mandiri masyarakat.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.