CSR Perusahaan Bisa Dipakai Lindungi Pekerja Informal, Ini Arahan Sri Sultan
Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong CSR perusahaan dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja informal di DIY.
Ketua Kadin DIY GKR Mangkubumi membuka Muskab Kadin Sleman, Sabtu (10/10/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sleman akan membantu pemerintah untuk membangkitkan sektor UMKM menghadapi pandemi Covid-19. Sebab, kunci untuk menggerakkan perekonomian selama pandemi salah satunya dengan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ketua Kadin Sleman terpilih, Wahyu Widada mengatakan ia akan melakukan konsolidasi di internal lebih dulu untuk menentukan program kerja ke depan. Hal ini dilakukan untuk menjalankan peran Kadin di masyarakat. Masing-masing pengurus sudah mengampuh bidang masing-masing.
Baca juga: PHRI: Restoran Rugi Rp20 Triliun karena PSBB Jilid II di Jakarta
"Terutama teman-teman yang mengampu bidang UMKM dalam kondisi saat ini yang kami perhatikan, ditingkatkan dan digalakkan. Ini (program kerja) yang akan kami fokuskan," katanya usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Kadin Sleman periode 2020-2025, Sabtu (10/10/2020).
Menurutnya, sektor UMKM akan menjadi fokus pembenahan untuk ikut membantu pemerintah dan pelaku UMKM agar bisa segera bangkit. Misalnya, kata Wahyu, Kadin akan menggandeng pihak perbankan untuk bisa menyalurkan kredit lunak kepada UMKM.
"Kebetulan Wakil Ketua Kadin Sleman yang bergerak di bidang perbankan. Kami akan konsolidasikan dulu apakah bisa perbankan bisa memberikan kredit lunak bagi UMKM," katanya.
Baca juga: Di Singapura, Ibu Melahirkan Dapat Bantuan Dana Rp32 Juta
Sementara Ketua Kadin DIY, GKR Mangkubumi berharap pengurus Kadin untuk meningkatkan sinergi dengan pemerintah. Dia berharap agar Kadin ikut membantu pemerintah dalam pembangunan di masing-masing kabupaten/kota.
Oleh karenanya, konsultasi pembangunan juga dilakukan dengan dinas-dinas terkait. Seperti Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) agar bisa mengetahui lokasi-lokasi mana yang bisa dilakukan untuk lokasi usaha. "Banyak pengusaha yang tidak tahu soal perizinan dan lokasi yang layak untuk dibangun untuk tempat usaha," katanya usai membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kadin Sleman.
Wakil Ketua Kadin DIY Wawan Harmawan menambahkan, Kadin yang memiliki banyak anggota dari berbagai asosiasi dan himpunan pengusaha akan bahu-membahu untuk mengentaskan masalah kemiskinan di Sleman dengan meningkatkan peran UKM. "Bagaimanapun, UKM menjadi salah satu tonggak ekonomi yang harus digerakkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong CSR perusahaan dimanfaatkan untuk memperluas perlindungan Jamsostek bagi pekerja informal di DIY.
BGN menetapkan dua sesi jam kerja wajib kepala SPPG MBG, yakni pukul 17.00-19.00 WIB dan 02.00-08.00 WIB.
Pemkab Bantul merotasi tujuh pejabat PTP. Sejumlah jabatan strategis diisi pejabat baru setelah melalui uji kompetensi dan persetujuan BKN.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
PANDI menargetkan jumlah domain .id mencapai 2,8 juta pada 2031 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap domain lokal.
Kemenhaj verifikasi ulang 400.000 data antrean haji yang berpotensi mengurangi daftar tunggu dan memangkas waktu keberangkatan.