Gempa NTT: Telkom Akses Gercep Turunkan 150 Teknisi, Layanan Siaga 24 Jam
TelkomGroup Prioritaskan Stabilitas Jaringan Selama Fase Normalisasi Pascabencana
Balai Budaya Argomulyo Cangkringan Sleman. /Ist- dok Paniradya Kaistimewan
Harianjogja.com, JOGJA— Sebagai upaya pelestarian, pembinaan dan pengembangan kekayaan potensi seni budaya, Pemda DIY akan kembali membangun tiga Balai Budaya pada 2021 mendatang. Pembangunan ini akan menggunakan mekanisme Bantuan Keuangan Khusus (BKK) langsung ke Pemerintah Desa.
Kepala Bidang Urusan Kebudayaan Paniradya Kaistimewan, Cahyaningsih, menjelaskan ketiga Balai Budaya yang akan dibangun tersebut berlokasi di tiga Desa Budaya, yakni Desa Girikerto, Sleman; Desa Sendangagung, Sleman; dan Desa Panggungharjo, Bantul.
Baca juga: Duh, Ratusan Tempat di Jogja Usaha Langgar Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19
“Rencana pelaksanaan pembangunan Balai Budaya Tahun Anggaran 2021 ini akan menggunakan mekanisme melalui BKK langsung ke Pemerintah Desa atau Kelurahan. Dengan BKK ini diharapkan kegiatan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien serta keterlibatan masyarakat desa untuk berpartisipasi dalam pembangunan wilayahnya,” ujarnya, Jumat (23/10/2020).
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi dari Balai Budaya yang sudah ada, pihaknya mengkaji konsep Balai Budaya untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan jaman. Tidak hanya berupa bangunan Balai Budaya, melainkan juga bangunan pendukung untuk mempermudah dalam penggunaan balai Budaya.
Tahun ini dilaksanakan Kajian Studi Balai Budaya Desa Budaya, yang memuat antara lain konsep Bangunan Rumah Tradisional Jawa, Filosofi, Susunan dan fungsi, dan bentuk bangunan. Rencana Konsep balai budaya yang akan dikembangkan meliputi pendopo, ruang untuk menyimpan gamelan dan properti lainnya, toilet laki-laki dan perempuan, ruang ganti laki-laki dan perempuan, pintu masuk pendopo dengan gapura.
Baca juga: Menjajal Bus Wisata Malioboro-Pantai Baron: Bisa Janjian dengan Sopir untuk Menunggu di Pantai
Kaniradya Pati Paniradya Keistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho, menuturkan saat ini DIY telah memiliki 22 Balai Budaya yang tersebar di Sleman empat Balai Budaya, Kulonprogo dua Balai Budaya, Bantul enam Balai Budaya dan Gunungkidul 11 Balai Budaya. Pemda DIY mulai membangun Balai Budaya sejak 2010 silam, sebagai sarana pengembangan seni dan budaya yang ada di Desa dan Kelurahan Budaya.
Desa atau Kelurahan Budaya adalah desa atau kelurahan yang mengaktualisasikan, mengembangkan dan mengkonversi kekayaan potensi budaya yang dimilikinya yang tampak pada adat dan tradisi, kesenian, permainan tradisional, bahasa, sastra, aksara, kerajinan, kuliner, pengobatan tradisional, penataan ruang, dan warisan budaya. Saat ini terdapat 56 Desa dan Kelurahan Bidaya di DIY.
Balai budaya diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas dan tempat berkumpulnya warga. Menjadi sentra pembinaan seni budaya dan kegiatan pemberdayaan masyarakat misalnya menggelar pelatihan, pertunjukan, hadrah dan lainnya.
“Seniman dan budayawan dapat memanfaatkan balai budaya terutama bagi yang belum mempunyai sanggar. Balai budaya diharapkan juga menimbulkan semangat keguyuban dan gotong royong tetap terjalin kuat di masyarakat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TelkomGroup Prioritaskan Stabilitas Jaringan Selama Fase Normalisasi Pascabencana
Prabowo memimpin rapat di Hambalang membahas hunian layak, pembiayaan rumah, serta pembenahan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI.
Vandalisme 378 muncul di pagar kantor baru DPD PSI Solo. Yogo mengaku tak tahu maksud tulisan yang baru terlihat sore hari.
Pemerintah Kabupaten Klaten menggelar kegiatan serap aspirasi bertajuk Sambung Rasa di Desa Karangduren, Kecamatan Kebonarum, Selasa (1/9/2026)
Inflasi DIY Agustus 2026 mencapai 3,07% secara tahunan. Harga emas perhiasan dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama.
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.